Sabtu, 18 Oktober 2008

GAMBAR MANUSIA

Rangka Tubuh Manusia

Mengapa kita bisa bergerak? Manusia bisa bergerak karena ada rangka dan otot. Rangka tersebut tidak dapat bergerak sendiri, melainkan dibantu oleh otot. Dengan adanya kerja sama antara rangka dan otot, manusia dapat melompat, berjalan, bergoyang, berlari, dan sebagainya. Berikut dijelaskan mengenai rangka tubuh manusia.

Rangka tubuh manusia memiliki fungsi utama sebagai berikut:

  1. Memberi bentuk tubuh
    Rangka menyediakan kerangka bagi tubuh sehingga menyokong dan menjaga bentuk tubuh.
  2. Tempat melekatnya otot
    Tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia menjadi tempat melekatnya otot. Tulang dan otot ini bersama-sama memungkinkan terjadinya pergerakan pada manusia.
  3. Pergerakan
    Pergerakan pada hewan bertulang belakang (vertebrae) bergantung kepada otot rangka, yang melekat pada rangka tulang.
  4. Sistem kekebalan tubuh
    Sumsum tulang menghasilkan beberapa sel-sel imunitas. Contohnya adalah limfosit B yang membentuk antibodi.
  5. Perlindungan
    Rangka tubuh melindungi beberapa organ vital yakni:
    • Tulang tengkorak melindungi otak, mata, telinga bagian tengah dan dalam.
    • Tulang belakang melindungi sumsum tulang belakang.
    • Tulang rusuk, tulang belakang, dan tulang dada melindungi paru-paru dan jantung.
    • Tulang belikat dan tulang selangka melindungi bahu.
    • Tulang usus dan tulang belakang melindungi sistem ekskresi, sistem pencernaan, dan pinggul.
    • Tulang tempurung lutut dan tulang hasta melindungi lutut dan siku.
    • Tulang pergelangan tangan dan pergelangan kaki melindungi pergelangan tangan dan pergelangan kaki.
  6. Produksi sel darah
    Rangka tubuh adalah tempat terjadinya haematopoiesis, yaitu tempat pembentukan sel darah. Sumsum tulang merupakan tempat pembentukan sel darah.
  7. Penyimpanan
    Matriks tulang dapat menyimpan kalsium dan terlibat dalam metabolisme kalsium. Sumsum tulang mampu menyimpan zat besi dalam bentuk ferritin dan terlibat dalam metabolisme zat besi.

Rangka manusia dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu bagian poros tubuh (aksial) dan bagian alat gerak (apendikular). Bagian aksial terdiri atas 80 tulang pada manusia dewasa umumnya. Sedangkan bagian apendikular terdiri atas 126 tulang pada manusia dewasa umumnya.

Bagian aksial terdiri dari:
1. Tulang tengkorak terdiri dari:

a. Tulang tempurung kepala (os cranium)

  • Tulang dahi (os frontale)
  • Tulang kepala belakang (os occipitale)
  • Tulang ubun-ubun (os parietale)
  • Tulang tapis (os ethmoidale)
  • Tulang baji (os sphenoidale)
  • Tulang pelipis (os temporale)

b. tulang muka (os splanchocranium)

  • Tulang hidung (os nasale)
  • Tulang langit-langit (os pallatum)
  • Tulang air mata (os lacrimale)
  • Tulang rahang atas (os maxilla)
  • Tulang rahang bawah (os mandibula)
  • Tulang pipi (os zygomaticum)
  • Tulang lidah (os hyoideum)
  • Tulang pisau luku (os vomer)

2. Tulang dada (os sternum)

Tulang dada terdiri dari tiga bagian yaitu:

  • hulu (os manubrium sterni)
  • badan (os corpus sterni)
  • taju pedang (os xiphoid prosesus)

3. Tulang rusuk (os costae)

  • Tulang rusuk sejati (os costae vera)
  • Tulang rusuk palsu (os costae sporia)
  • Tulang rusuk melayang (os costae fluctuantes)

4. Tulang belakang (os vertebrae)

  • Tulang leher (os cervical)
  • Tulang punggung (os thoraxalis)
  • Tulang pinggang (os lumbar)
  • Tulang kelangkang (os sacrum)
  • Tulang ekor (os cocigeus)

5. Tulang gelang bahu

  • Tulang belikat (os scapula)
  • Tulang selangka (os clavicula)

6. Tulang gelang panggul

  • Tulang usus (os illium)
  • Tulang pinggul (os pelvis)
  • Tulang duduk (os ichium)
  • Tulang kemaluan (os pubis)

Bagian apendikuler terdiri dari:

1. Tulang lengan

  • Tulang lengan atas (os humerus)
  • Tulang hasta (os ulna)
  • Tulang pengumpil (os radius)
  • Tulang pergelangan tangan (os carpal)
  • Tulang telapak tangan (os metacarpal)
  • Tulang jari tangan (os phalanges manus)

2. Tulang tungkai

  • Tulang paha (os femur)
  • Tulang tempurung lutut (os patella)
  • Tulang kering (os tibia)
  • Tulang betis (os fibula)
  • Tulang pergelangan kaki (os tarsal)
  • Tulang telapak kaki (os metatarsal)
  • Tulang jari kaki (os phalanges pedis)

Anatomi Tubuh Manusia

1. Sistem Kerangka

Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satu sama lainnya saling berhubungan, terdiri dari:

  • Tulang kepala: 8 buahkerangka-dada.jpg
  • Tulang kerangka dada: 25 buah
  • Tulang wajah: 14 buah
  • Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
  • Tulang telinga dalam: 6 buah
  • Tulang lengan: 64 buah
  • Tulang lidah: 1 buah Tulang kaki: 62 buah

Fungsi kerangka antara lain:

  • menahan seluruh bagian-bagian tubuh agar tidak rubuh
  • melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
  • tempat melekatnya otot-otot
  • untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
  • tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
  • memberikan bentuk pada bangunan tubuh buah

Gelang bahu yaitu persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Pergelangan ini mempunyai mangkok sendi yang tidak sempurna oleh karena bagian belakangnya terbuka.

tl-bahu.jpgGelang bahu terdiri atas tulang selangka yang melengkung berupa huruf S, dan tulang belikat yaitu sebuah tulang ceper berbentuk segi tiga. (gambar di samping bagian dari sebuah animasi still image)

Gelang bahu berhubungan dengan rangka batang badan hanya pada satu tempat saja. Ujung sebelah tengah tulang selangka dihubungkan dengan pinggir atas tulang dada oleh sendi dada-selangka. Ujung sebelah luar tulang selangka berhubungan dengan dengan sebuah taju tulang belikat (ujung bahu) dengan perantaraan sendi akromioklavikula.

Sendi lutut

sendi-lutut.jpgUjung bawah tulang paha mempunyai dua buah benjol sendi yang bertopang pada bidang atas tulang kering. Dengan demikian terbentuklah sebuah sendi yang dinamakan sendi lutut. Pada dinding depan sendi lutut terdapat tempurung lutut. (gambar di samping bagian dari sebuah animasi still image)

2. Sistem Otot

otot-punggung.jpgOtot punggung sejati merupakan dua buah jurai yang amat rumit susunannya, terletak di sebelah belakang kanan dan kiri tulang belakang, mengisi ruang antara taju duri dan taju lintang. Otot-otot punggung sejati itu hampir sama sekali tertutup oleh otot-otot punggung sekunder yang sebenarnya termasuk otot-otot anggota gerak atas dan bawah. Kedua jurai otot tersebut dinamakan penegak batang badan dan amat penting artinya untuk sikap dan gerakan tulang belakang. (gambar di atas bagian dari sebuah animasi still image)

3. Sistem Peredaran darah

Jantung berbentuk runjung yang terbalik letaknya. Letak jantung dalam tubuh sedemikian rupa sehingga ujung runjung tersebut (ujung jantung) mengarah ke bawah, ke depan dan ke kiri. Basis jantung mengarah ke atas, ke belakang dan sedikit ke kanan. Pada basis jantung inilah berhimpun aorta, batang nadi paru-paru, batang pembuluh balik atas dan bawah beserta ke dua (atau empat pembuluh balik paru-paru).

jantung.jpgBagian dalam jantung terdiri atas 4 ruang: serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan dan bilik kanan. Serambi kiri dan bilik kiri satu sama lain berhubungan, demikian juga serambi kanan dan bilik kanan. Bagian kiri jantung dipisahkan dari bagian kanan oleh sekat rongga jantung. (gambar di samping bagian dari sebuah animasi still image)

4. Sistem pernapasan

Paru - paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa/alveoli). Gelembung-gelembung hawa terdiri dari sel-sel epitel dan endotel. Banyaknya gelembung paru-paru kurang lebih 700.000.000 buah (paru-paru kanan dan kiri).

Paru-paru terletak pada rongga dada. Pada rongga dada tengah terletak paru-paru sedangkan pada rongga dada depan terletak jantung.

paru-paru.jpgParu-paru terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terbagi atas tiga belah paru (lobus) yaitu belah paru atas, belah paru tengah dan belah paru bawah. Paru-paru kiri terbagi atas dua belah paru yaitu belah paru atas dan belah paru bawah. (gambar bagian dari animasi still image)

HANYA UNTUK RITA (Abid URINDO)

KB NASIONAL DAN PERAN PRIA DALAM BER-KB (BIDAN DENGAN KELUARGA)

Sejalan dengan era globalisasi, reformasi dan demokrasi yang menjadi paradigma universal saat ini, dalam melakanakan visi dan misi program, pengelolaan Keluarga Berencana Nasional (KBN) pada masa-masa mendatang akan semakin memperlihatkan isu-isu yang berkembang di masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Dengan demikian, isu-isu penting seperti hak-hak reproduksi remaja, pemberdayaan perempuan, kesertaraan dan keadilan gender termasuk di dalamnya partisipasi pria, perlindungan terhadap masyarakat miskin dan hak asasi manusia akan senantiasa menjadi acuan pelaksanaan program KB.

Demikian sekelumit kerangka acuan yang bakal dijalankan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nsional (BKKBN) ke depan sebagaimana di jelaskan Kepala BKKBN, DR. Sri Seoamrjati Arjoso, SKM, dalam Rapat Kerja Program Keluarga Berenana Nasional (Rakernas KB) yang dilangsukan awal Februari 2004.

Menyimak ke belakang perjalanan KB Nasional memang tak menghapus kenyataan bahwa program ini mampun menurunkan angka pertumbuhan penduduk di Indonesia. Keberhasilan pengendalian pertumbuhan penduduk ditunjukkan dengan menurunnya tingkat kelahiran (TFR) yang cukup bermakna. Pada tahun 1971, aat program KB di awali, angka TFR diperkirakan mencapai 5,6 anak per wanita usia subur. “Saat ini, angkanya telah turun hingga 50 persen yakni mencapai 2,6 anak per wanita usia subur,” kata Soemarjati.

Demikian halnya dengan angka prevalensi pada kurun waktu yang sama bertambah dari 5 persen menjadi 26 persen pada 1980, kemudian 48 persen pada 1987, tahun 1997 mencapai 57 persen hingga saat ini diperkirakan sebesar 60 persen (Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia –SDKI- 2002-2003).

Lebih jauh menguak keberadaan program KB Nasional, etrdapat beberapa hal yang harus benar-benar diperhatikan seperti kekuatan, kendala, tantangan serta peluang. Kekuatan yang ada, dikatakan Soemarjati telah menunjukkan keadaan yang lebih menggembirakan seperti telah makin diterimanya p[rogram KB di masyarakat. Hal ini juga didukung srana dan parasaran seperti tenaga penyuluh lapangan dan system pengelolaan KB yang baik hingga ke tingkat akar rumput.

Demikian halnya dengan ddukungan dan komitmen dunia internasional terhadap program KB di Indonesia, merupakan sebuah kekuatan yang dapat diperhitungkan. Sesuai dengan pertemuan di Kairo tahun 1994 (ICPD 1994), program KB dan kesehatan reproduksi pada umumnya merupakan bagian dari kesepakatan global untuk mengatasi berbagai masalah yang dianggap menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan umat manusia. “Dukungan tersebuat tidak hanya sekedar gar Indonesia melaksanakan program KB sebagaimana negara lain, tetapi lebih dari itu, program KB Nasional diharapkan tetap menjadi salah satu contoh dari pelaksanaan KB di negara lainnya yangs eang berkembang,” tegas Soemarjati.

Sementara itu, berbagai kendala juga siap menghalangi program KB jika tak segera dipikirkan jalan keluarnya. Sebut saja masalah penyebaran penduduk yang tidak merata (sekitar 60 persen penduduk Indonesia tinggal di Pulau Jawa dan Bali), kesenjangan pembangunan antara kawasan Timur dan dan Barat, hingga ancaman terjadinya ledakan penduduk.

Selain itu, terdapat jga kendala yang berputarbpada masalah sumber daya manusia dimana masih terdapat kenyataan bahwa tingkat pendidikan masyarakat masih relatif rendah jika dihiutng secara nasional. Hal ini adalah juga dampak dari masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia.

Demikian halnya dengan pemberdayaan perempuan sebagai tiang utama pembangunan manusia, masih sangat rendah. Yang sangat memprihatinkan adalah masih tingginya angka kematian ibu, bayi serta tingginya angka pernikahan dini di kalangan perempuan Indonesia.

Segala kendala di atas tentunya tidak harus dihadapi sebagai sebuah momok. Justru sebaliknya, semaunya itu melahirkan suatu tantangan. Untuk program ke depan, masalah desentralisasi masih menjadi isu tantangan yang paling hebat. Pasalnya, keanekaragaman daerah di Indonesia masih terus dimanajemen agar tidak terlalu jauh keluar dari jalur yang telah ditetapkan.

Dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) 1999 dan Undang-Undang No 10 tahun 1992 tentang perkambangan kependudukan dan pembangunan keluarga sejahtera, telah diciptakan landasan yang legal dan kaut tentang upaya-upaya keberlangsungan peningkatan kualitas penduduk dan pembangunan keluarga sejahtera.

Hal itu, tentunya menjadi sebuah peluang yang utama bagim pelakanaan program KB dan kependudukan lainnya. “Landasan yang legal dan kuat ini nantinya dapat dijadikan sebagai acuan dan peluang untuk diperjuangkan dalam perumusan GBHN dan Propenas 2005-2009,” ujar Sri Soemarjati.

Sementara itu, perubahan sikap dan perilaku masyarakat tentang struktur dan fungsi keluarga besar ke keluarga kecil merupakan peralihan yang sangat penting dan mendasar. Bagaimana tidak, bila nantinya perubahan tersebut akan melahirkan peluang yang sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas penduduk dan keluarga melalui pendidikan, pengetahuan, status kesehatan serta pendapatan keluarga.

Yang paling penting adalah sikap dan perilaku keluarga kecil ini nantinya dapat juga dimanfaatkan dalam pemberdayaan keluarga khususnya meningkatkan peran dan kedudukan perempuan agar menjadi mitra yang sejajar dengan kaum pria dalam segala aspek kehidupan baik politik, ekonomi, sosial serta budaya.

Peran Serta Pria

Dari sekian banyak sasaran yang akan dicapai oleh program KB dalam jangka panjang demi tercapainya Keluarga Berkualitas 2015, adalah upaya mencapai peningkatan kesertaan pria dalam ber-KB.

Sebelumnya, berdasarkan SDKI 2002-2003, peserta KB Pria di Indonesia hanya berada pada kisaran 1,3 % dari target propenas 2000-2004 yang mencapai angka 8 %. Untuk itu, tahun 2005, peran serta pria ditargetkan kembali menjadi 2,5 %.

Dikatakan Soemarjati, apa yang telah dicapai program KB pria dengan angka 1,3 tersebut tidak bisa dianggap kecil. Pasalnya, mengubah paradigma yang berkaitan dengan budaya patriarki dimana peran pria demikian besar ketimbang wanita, bukan pekerjaan mudah. Selama ini, wanita sudah demikian wajar untuk berperan serta aktif menjadi pesreta KB, tentunya dengan niat melayani suami dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu, sasaran program KB pria, dikatakan Soemarjati, bisa bergantung pada keberadaan data mengenai pasangan usia subur yang ingin ber-KB tetapi belum dapat terpenuhi (unmetneed) yang angka statistiknya diperkirakan mencapai 8,6 % berdasarkan

Pemerintah dalam hal ini BKKBN memang tak main-main dalam meningkatkan peran serta pria dalam ber-KB. Selain masuk dalam daftar sasaran kangka pendek, dalam visi dan misi pencapaian Keluarga Berkualitas 2015 dikmukakan juga tentang peningkatan upaya mewujudkan kesetaran dan keadilan jender dalam pelaksanaan program KB nasional. Hal ini berarti, dalam waktu-waktu ke depan, pasangan suami istri diharapkan memiliki wawasan dan tanggung jawab bersama dalam pemenuhan hak-hak reproduksi, pelayanan KB serta kesehatan reproduksi dan kesejahteraan keluarga.

Tidak hanya itu, dalam rancangan sasaran program KB pada 2010 dan
2015 telah ditetapkan sekitar 4,5% hingga 7,5 %. “Sasaran yang harus dicapai tersebut, diharapkan bisa terlaksana, mengingat peran serta daerah kini mulai dikembangkan lewat otonomi daerah termasuk dalam soal KB dan kependudukan,” tandas Soemarjati. (dian)

````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````````

PANDANGAN AGAMA TERHADAP BIDANG MEDIS KEBIDANAN (BIDAN DENGAN MASYARAKAT)

Ditulis pada oleh Erlina

PANDANGAN AGAMA

TERHADAP BIDANG MEDIS KEBIDANAN

A. PENDAHULUAN

Allah mengatakan dalam al-Qur’an surah al-Ahqaaf : 10

“Katakanlah: Terangkanlah kepadaku bagaimana pendapatmu jika al-Qur’an itu dating dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui ( kebenaran ) yang serupa dengan ( yang dsebut ) dlaam al-Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.

Allah juga mengatakan dalam surah al-An’am : 125

“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama ) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah sudah mendaki ke langit. Begitulah Allah melimpahkan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman”.

Dialog asli dengan para ilmuwan ini direkam pada videotape yang diberi judul “ Inilah Kebenaran “. Di dalam video itu jauh lebih efektif dan lebih jelas untuk pemirsa. Untuk membuat pertukaran ide pada bermacam-macam orang, kami memutuskan untuk memproduksi buku ini yang berisi kesaksian para ilmuwan yang berpartisipasi dalam diskusi yang sebenar-benarnya sebagaimana yang dimunculkan dalam videotape, tanpa ada perubahan sama sekali. Videotape itu juga berisi ulasan secara luas dari Syeikh Abdul Majid az-Zindani. Ulasan ini juga direkam di sini videotape ini juga tertulis di buku ini sesuai dengan kitab suci al-Qur’an terjemahan bahasa Inggris oleh Abdullah Yusuf Ali ( beberapa pemakaian linguistic lama telah diedit demi kejelasan ) yang telah direvisi dan diedit Presiden Islamic Research, IFTA, CALL, dan Guidance, Saudi Arabia.

B. Islam dan Ilmu Pengetahuan

Pemikiran Barat sekarang ini berada di tengah-tengah peperangan antara agama dan ilmu pengetahuan. Hampir tidak mungkin pemikir Barat sekarang ini menerima kenyataan bahwa kemungkinan ada pertemuan secara mendasar antara agama dan ilmu pengetahuan. Injil, yang menjadi kepercayaan orang Nasrani, menyatakan pohon di mana Nabi Adam AS dilarang memakan buahnya, dia memperoleh pengetahuan tertentu yang mana tidak dia peroleh sebelumnya. Dengan alas an inilah ornag Eropa membantah bahwa selama dua abad mereka tidak menerima pengetahuan ilmiah yang dating dari orang Islam.

Gereja menyatakan bahwa pencarian seperti pengetahuan ilmiah adalah penyebab dosa yang asli. Uskup menggambarkan bukti mereka dari Perjanjian Lama yang menyebutkan bahwa ketika Adam memakan pohon itu, ia mendapat beberapa pengetahuan, Allah tidak menyukai dan menolak memberinya kemurahan hati. Oleh karena itu, pengetahuan ilmiah menolak sepenuhnya peraturan gereja yang dianggap sebagai hal yang tabu. Akhirnya, ketika pemikir bebas dan ilmuwan Barat sanggup mengatasi kekuatan gereja, mereka membalas dendam yang berlawanan untuk mengatasi kekuatan gereja dan mengurangi pengaruhnya kepada hal yang sempit dan membatasi pada sudut-sudut tertentu.

Oleh karena itu, jika Anda membicarakan persoalan agama dan ilmu pengetahuan dengan pemikir Barat, dia benar-benar akan keheranan. Mereka tidak tahu Islam. Mereka tidak mengetahui bahwa Islam menjunjung tinggi status ilmu pengetahuan dan orang yang berilmu, menghormati mereka sebagai saksi setelah malaikat yang berhubungan dengan fakta baru tiada Tuhan selain Allah, sebagaimana yang telah Allah firmankan kepada kita:

“Tuhan menyatakan, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Dia, dan malaikat-malaikat dan orang-orang berilmu yang tegak dengan keadilan”.

Dan Allah Yang Maha Agung dan Maha Pemurah berfirman kepada kita:

“Oleh sebab itu, ketahuilah bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”.

Telah diketahui dari Al-Quran bahwa Nabi Adam AS diistimewakan melibihi malaikat dengan kebaikan pengetahuan yang diberikan Allah kepadanya. Kisah dari Al-Quran menyangkal Injil yang menyebutkan orang Islam dianggap menyimpang. Menurut Al-Quran, kenyataan bahwa nabi Adam diberi pengetahuan adalah sebuah tanda kehormatan dan bukan karena pengusirannya dari surga. Oleh karena itu, jika seseorang membicarakan Islam dan ilmu pengetahuan dengan cara pemikir barat, mereka cendrung mengharapkan argument yang sama dengan apa yang ada dalam budaya dan agama mereka. Itulah mengapa mereka memberi reaksi dengan keterkejutan ketika mereka ditunjukan dengan fakta yag jelas sekali dari Al-Quran dan Sunnah.

Di antara pemikir Barat yang menampakan keterkejutannya itu adalah Prof. Dr. Joe Leugh Simpson, ketua jurusan Ilmu Kebidanan dan Ginekologi dan Pakar Molecular dan Genetika Manusia, Baylor ollege Medicine, Houston. Ketika kami pertama kali bertemu dengannya, Profesor Simpson menuntut pembuktian Al-Quran dan Sunnah. Akan tetapi, kami sanggup menghilangkan kecurigaannya. Kami menunjukan kepadanya sebuah naskah garis besar perkembangan embrio. Kami membuktikan kepadanya bahwa Al-Quran menjelaskan kepada kita bahwa turunan atau hereditas dan sifat keturunan atau kromosom yang tersusun hanya bisa terjadi setelah perpaduan yang berhasil antara sperma dan ovum. Sebagaimana yang kita ketahui, kromosom-kromosom ini berisi semua sifat-sifat baru manusia yang akan menjadi mata, kulit, rambut dan lain-lain.

Oleh karena itu, beberapa sifat manusia yang tersusun itu ditentikan oleh kromosomnya. Kromosom-kromosom ini mulai terbentuk sebagai permulaan pada tingkatan nutfah dari perkembangan embrio. Dengan kata lain, cirri khas manusia baru terbentuk sejak dari tingkatan nutfah yang paling awal. Allah Yang Maha Agung dan Yang Maha Mulia berfirman dalam Al-Quran:

“Celakalah kiranya manusia itu! Alangkah ingkarnya (kepada Tuhan). Dari apakah dai diciftakan? Dari setetes mani. (Tuhan) menciftakannya dan menentukan ukuran yang sepadan dengannya.

Pendapat yang telah berulang-ulang dikemukakan pembicara yang lain pagi ini, bahwa kedua hadits ini telah menghasi;lkan dasar pengetahuan ilmiah yang mana rekaman mereka sekarang ini didapatkan.

Prof. Simpson megatakan bahwa agama dapat menjadi petunjuk yang baik untuk pencarian ilmu pengetahuan. Ilmuan barat telah menolak ini. Seorang ilmuan Amerika mengatakan bahwa agama Islam dapat mencapai sukses dalam hal ini. Dengan analogi, jika anda pergi ke suatu pabrik dan anda berpedoman pada mengoperasikan pabrik itu, kemudian anda akan paham dengan mudah bermacam-macam pengoperasian yang berlangsung di pabrik itu. Jika anda tidak memiliki pedoman ini, pasti tidak memiliki kesempatan untuk memahami secara baik variasi proses tersebut. Prof. Simpson berkata: “Saya pikir tidak ada pertentangan antara ilmu genetika dan agama, tetapi pada kenyataannya agama dapat menjadi petunjuk ilmu pengetahuan dengan tambahan wahyu ke beberapa pendekatan ilmiah yang tradisional. Ada kenyataan di dalam Al-Quran yang ditunjukkan oleh ilmu pengetahuan menjadi valid, yang mana Al-Quran mendukung ilmu pengetahuan yang berasal dari Allah.”

Ini kebenaran. Orang-orang Islam tentunya dapat memimpin dalam cara pencarian ilmu pengetahuan dan bagaimana menggunakan pengetahuan itu dalam status yang sesuai. Terelebih lagi orang Islam mengetahui bagaimana menggunakan pengetahuan itu sebagai bukti keberadaan Allah, Allah Yang Maha Kuasa dan Maha Mulia menegaskan kerasulan Nabi Muhammad SAW. Allah berfirman di dalam Al-Quran:

“Akan Kami perlihatkan secepatnya kepada mereka kelak, bukti-bukti kebenaran. Kami di segenap penjuru dunia ini dan pada diri mereka sendiri, sampai terang kepada mereka, bahwa al-Qur’an ini suatu kebenaran. Belumkah cukup bahwa Tuhan engkau itu menyaksikan segala sesuatu.” ( QS. Fushsilat:53 ).

Setelah menyadari melalui beberapa contoh keajaiban al-Qur’an secara ilmiah yang telah diketahui berhubungan dengan komentar yang objektif dari para ilmuwan, mari kita tanyakan pada diri kita sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut :

a. Dapatkah hal ini menjadi sebuah kejadian yang kebetulan bahwa akhir-akhir ini penemuan informasi secara ilmiah dari lapangan yang berbeda yang tersebutkan di dalam Al-Qur’an yang telah turun pada 14 abad yang lalu?

b. Dapatkah Al-Qur’an ini ditulis atau dikarang Nabi Muhammad SAW atau manusia yang lain?

Hanya jawaban yang mungkin untuk pertanyaan itu bahwa Al-Qur’an secara harfiah adalah kata-kata atau firman Allah yang diturunkan kepadanya. Al-Qur’an adalah perkataan yang harfiah dari Allah yang Dia turunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril. Al-Qur’an ini dihapal oleh Nabi Muhammad SAW yang kemudian didiktekan kepada sahabat-sahabat nya. Para sahabat inilah yang selanjutnya secara bergiliran menghapalkannya, menulis ulang, dan memeriksa/meninjau lagi dengan Nabi Muhammad SAW.

Terlebih dahulu, Nabi Muhammad SAW memeriksa kembali al-Qur’an dengan malaikat Jibril sekali setiap bulan Ramadhan dan dua kali di akhir hidupnya pada kalender Hijriah yang sama. Sejak al-Qur’an diturunkan sampai hari ini, selalu ada banyak orang Islam yang menghapalkan semua ayat al-Qur’an surat demi surat. Sebagian dari mereka ada yang sanggup menghapal al-Qur’an pada waktu berumur 10 tahun. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika tidak ada satu surat pun di dalam al-Qur’an yang berubah selama berabad-abad sampai sekarang.

Al-Qur’an telah diturunkan 14 abad yang lalu menyebutkan fakta yang baru ditemukan akhir-akhir ini yang telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Hal ini membuktikan tidak ada keraguan bahwa al-Qur’an adalah firman yang harfiah dari Allah, yang diturunkan-Nya kepada Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga menunjukkan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah benar-benar nabi dan utusan yang diturunkan Allah. Hal ini adalah di luar alasan bahwa setiap manusia 14 abad yang lalu telah mengetahui beberapa fakta ini yang ditemukan atau dibuktikan akhir-akhir ini dengan peralatan canggih dan metode yang rumit.

C. Fase Penciptaan Manusia

Allah mengutus Nabi Muhammad SAW sebagai rasul untuk seluruh dunia sebagaimana yang difirmankan Allah di dalam Al-Qur’an.

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuknya rahmat bagi semesta alam”. ( QS. Al-Anbiyaa’:107 )

Dan Nabi Muhammad SAW juga utusan Allah untuk orang Badui yang tinggal di gurun sebagaimana dia utusan

Rumah Sakit Kita (BIDAN DENGAN PASIEN)

Senin, 25 Pebruari 2008

Oleh Aulia Sofyan Nasib Muhammad Afzal, bayi berusia lima bulan yang menderita Hydrocepllus (pembekakan kepala)

semakin tidak jelas. Kita sangat terenyuh melihat kondisi bayi tersebut. Apalagi, pihak medis sudah menyerah dengan

keadaan bayi itu. Pertanyaan yang patut kita hidangkan ke hadapan pihak rumah sakit adalah mengapa sekian lama

sang bayi menderita, terbiarkan tanpa penanganan yang sepatutnya. Dalam pada itu, marilah kita lihat kinerja RS

terkemuka di kota kita terhadap pelayanan pasien-pasiennya.

Salah satu tujuan pembangunan kesehatan dikatakan menyediakan sarana pelayanan kesehatan yang bermutu, merata,

dan terjangkau. Oleh sebab itu, ketersediaan pelayanan kesehatan, khususnya rumah sakit perlu mendapat perhatian

pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang terjangkau dan bermutu sampai ke daerah-daerah terpencil

sekali pun.

Kenyataannya, Aceh saat ini belum memiliki sistem penataan pola pelayanan kesehatan yang baik. Hal ini dapat dilihat

dari dua hal, yaitu belum meratanya pelayanan kesehatan berkualitas sampai ke daerah terpencil, dan masih banyak

masyarakat yang belum mampu menjangkau pelayanan kesehatan.

Selama ini kita dihadapkan dengan rendahnya mutu pelayanan kesehatan. Sebut saja para perawat yang masih sulit

tersenyum kepada pasien Askeskin, para dokter yang masih sulit berkomunikasi dengan pasiennya dengan paradigma

mereka “pasien kan yang butuh kami”. Sarana dan prasarana instansi pelayanan kesehatan masih jauh di

bawah standar. Pantas saja orang-orang kaya di negeri kita berbondong-bondong lari menikmati pelayanan kesehatan

ke negeri lain, sebut saja Singapura dan Malaysia. Berapa kerugian ekonomi yang didapatkan negara ini hanya karena

sebuah senyum, keramah-tamahan, perhatian yang sulit didapatkan di negeri sendiri?

Di negeri kita, para dokter dan perawat berteriak “malu-malu” kepada pemerintah, karena jumlah pasien

Askeskin yang melonjak, tetapi pemerintah belum dapat membayar klaim dari pihak RS. Tentang alokasi dana

kesehatan masih menjadi buah bibir di daerah kita. Kebijakan pemerintah untuk menggratiskan pasien Askeskin adalah

kebijakan yang mulia, namun belum menyelesaikan masalah. Masalah-masalah baru mulai muncul, sebut saja jumlah

pasien yang membludak, yang seharusnya dapat segera diantsisipasi pemerintah. Tidak seperti saat ini, pihak RS

berteriak meminta klaim dana mereka yang belum kunjung turun. Program ini membuat masyarakat kita menjadi

“manja” atau terkesan menjadi konsumtif, dengan asumsi yang secara tidak sadar timbul di kepala mereka

bahwa “tidak usah takut sakit, toh kita gratis berobat”. Akhirnya jumlah pasien di RS, Puskesmas,

membludak. Anggaran untuk pengobatan terus membengkak. Andai saja fokus perhatian lebih mengarah pada upaya

promotif dan preventif untuk menanamkan budaya sehat pada masyarakat mungkin APBD maupun APBN, negara ini

tidak akan terlalu terbebani.

Sekian banyak Pilkada yang telah dilalui di tahun 2007 lalu, kesehatan tak pula bisa lepas darinya. Isu-isu kesehatan

gratis digemborkan oleh para calon kepala daerah. Apakah ini petanda baik atau sebaliknya. Namun, bisa menjadi awal

malapetaka di negeri ini, jika penerapan sistem kesehatan gratis tersebut tidak tepat. Kenapa kita tak belajar dari kasus

Askeskin sebelumnya dengan klaim yang menunggak, jumlah pasien membengkak, kualitas pelayanan menurun, dsb.

Sekarang yang perlu dipikirkan adalah mekanisme dan sistem yang jelas. Selama ini pasien miskin sudah gratis

ditanggung pemerintah pusat melalui PT ASKES. Apakah Pemda juga harus ikut nimbrung menghambur-hamburkan

uang kepada pasien Askeskin yang tidak jelas kriterianya.

Dibandingkan dengan negara tetangga, Indonesia masih tertinggal dalam hal berbagai indikator utama terhadap

pencapaian di sektor kesehatan, seperti tingkat kematian bayi, kematian balita, dan kematian ibu. Ada tiga alasan utama

yang dapat menjelaskan hal ini: mutu layanan kesehatan dasar yang buruk, tingkat pemanfaatan layanan kesehatan

sekunder yang rendah oleh rakyat miskin, dan tingkat layanan pencegahan yang rendah.

Indikator kesehatan Indonesia yang masih mengecewakan dapat ditingkatkan dengan memperkuat layanan

pencegahan, intensifikasi program kesehatan, dan kampanye nasional untuk kesehatan, untuk menanggulangi penyakit

menular, terutama di daerah-daerah terpencil dan di wilayah-wilayah yang masih terbelakang.

Meskipun tingkat pengeluaran agregat kesehatan masih rendah, Indonesia masih dapat mencapai perbaikan yang

signifikan dengan tingkat pengeluaran yang ada sekarang, dengan catatan bahwa berbagai sumber daya yang ada

didistribusikan secara lebih merata bagi setiap kelompok masyarakat sesuai dengan tingkat penghasilan mereka.

Sumber daya ini juga harus dibagikan secara lebih merata ke seluruh kabupaten. Kebijakan pemerintah di sektor ini

belum tercermin dengan baik dalam alokasi anggaran mereka, di mana sebagian besar sumber daya digunakan untuk

memberikan layanan yang dimanfaatkan oleh penduduk yang tergolong kaya.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pemerintah untuk melakukan alokasi yang lebih baik terhadap sumber daya yang

ada sebelum meningkatkan anggaran kesehatan secara substansial.

Aceh sebenarnya memiliki jumlah bidan yang memadai, namun jumlah dokter, apoteker, dan perawat masih belum

sebanding. Indonesia memiliki bidan yang cukup yang disebar dengan sangat baik ke seluruh negeri. Akan tetapi,

kebanyakan dari mereka melayani pasien dalam jumlah kecil dan memiliki peluang sangat kecil untuk meningkatkan

keterampilan mereka. Bagi praktisi kesehatan yang lain, tantangan itu malah sebaliknya. Misalnya, di Puskesmas masih

terjadi kekurangan tenaga dokter yang sangat serius, terutama di daerah-daerah terpencil. Tingkat ketidakhadiran

petugas kesehatan juga sangat tinggi.

Untuk menanggulangi kesenjangan dalam penyediaan layanan kesehatan, Dana Alokasi Khusus (DAK) dapat digunakan

untuk meningkatkan layanan kesehatan di wilayah-wilayah yang kurang mendapatkan pelayanan, dan intervensi

berdasarkan permintaan, seperti penerapan sistem kupon untuk meningkatkan permintaan layanan dari masyarakat

miskin.[]

Penulis adalah Penulis adalah pemerhati masalah Perencanaan Pembangunan Daerah. Berdomisili di Banda Aceh

BIDAN DENGAN PASIEN 2

Suatu misteri yang harus kita singkap, bila
memperhatikan perkembangan penanganan kehamilan di
Indonesia akhir-akhir ini. Isue yang mulai berkembang
di Indonesia tentang persalinan dengan bedah caesar
yang semakin banyak, sudah bukan sembarangan isue lagi
tapi ada suatu indikator yang dijadikan patokan oleh
masyarakat, sehingga merekapun sudah mulai curiga,
apakah ada sesuatu yang salah. Dari data-data pada
tahun 1975 di jaman bedah caesar sangat jarang
dilakukan, angka kematian ibu yang melahirkan sekitar
30 orang setiap 1000 orang ibu yang melahirkan.
Walaupun jumlah itu pun sudah turun drastis, yakni
menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) pada 1990
(21 April 1998, Surabaya Post), angka kematian ibu
sekitar 4,25. Lewat keseriusan pemerintah untuk menekan
angka kematian ibu terus diupayakan, sehingga pada 1996
pemerintah mencanangkan \"Gerakan Sayang Ibu\" (GSI) dan
mematok angka 2,25 sebagai target nasional untuk
menurunkan angka kematian ibu pada akhir 1999.

Tapi dibalik itu semua, ada suatu misteri di bidang
Obstetrian dan Gynecolog, bila dilihat kesibukan dokter-
dokter di bidang tersebut. Ada dokter-dokter yang
pasiennya (ditangani mulai dari masa kehamilan)
melahirkan tiap hari antara satu sampai tiga orang,
bedah caesar terhadap pasiennya yang dilakukan untuk
satu hari bisa sampai dua orang dengan frekuensi yang
tidak jarang juga. Maka bila dari 10 orang pasien, yang
menjalani bedah caesar 1-3 orang, berarti angka
persalinan dengan bedah caesar pasien-pasien yang masa
kehamilannya oleh dokter-dokter Obstetrian dan
Gynecolog Indonesia, banyak yang akan jatuh diantara
100-300 untuk setiap 1000 pasiennya. Dengan kemajuan
iptek kedokteran, maka jumlah antara angka kematian ibu
yang melahirkan dan angka bedah caesar ibu yang
melahirkan seharusnya lebih kecil dengan berjalanannya
waktu. Tapi ini justru yang terjadi dengan suatu
kecendrungan yang berbalik. Dibalik misteri ini mungkin
juga merupakan tragedi buat Bangsa Kita.

Profesi
Bidan di antara Dokter Spesialis dan Dukun Bayi

Oleh Eny Prihtiyani

Bagi kaum perempuan, keberadaan seorang bidan memiliki arti tersendiri. Mereka menjadi konsultan sekaligus sahabat bagi perempuan terutama menyangkut kesehatan reproduksi. Sayang, bagi perempuan-perempuan di daerah pelosok, jasa bidan masih sulit diakses akibat minimnya tenaga bidan yang tertarik terjun ke daerah pinggiran.

Berdasarkan data Ikatan Bidan Indonesia (IBI) wilayah DI Yogyakarta, dari 1.268 anggotanya, sebagian besar masih membuka praktik di wilayah perkotaan. Fenomena inilah yang mendorong IBI menerapkan program desa siaga mandiri bagi setiap bidan.

"Dengan program itu, setiap bidan wajib memiliki desa binaan sehingga mereka harus terjun ke desa-desa. Diharapkan, dengan pola seperti ini, penyebaran bidan bisa lebih merata. Untuk perayaan Hari Bidan Indonesia pada 24 Juni, kita juga mengambil tema tentang pemerataan bidan, yakni 'Bidan Menjangkau Perempuan di Mana Mereka Berada'," kata Ketua IBI DIY Darmawanti Burham.

Gunung Kidul dan Kulon Progo menjadi daerah utama yang masih kekurangan tenaga bidan. Tak heran jika di sebagian pelosok desanya masyarakat masih banyak menggunakan tenaga dukun bayi. Di Kulon Progo, misalnya, hampir 20 persen dari proses persalinan masih menggunakan tenaga dukun. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, keberadaan dukun bayi akan terus berkurang.

Wilayah perkotaan menjadi pilihan strategis para bidan untuk membuka praktik karena dari sisi ekonomi jauh lebih menguntungkan meski mereka harus bersaing dengan para dokter spesialis kandungan. "Meski jasa dokter spesialis sudah banyak menjamur, kami memiliki segmen tersendiri, yakni kalangan menengah ke bawah," kata seorang bidan yang membuka praktik di daerah Kotagede.

Lebih jauh bidan tersebut menjelaskan, dengan segmen masyarakat menengah ke bawah, tarif yang ditawarkan juga lebih murah, biasanya di bawah angka Rp 40.000. "Kami tetap memilih daerah perkotaan meski banyak pesaingnya karena membuka praktik di daerah terpencil spekulasinya terlalu besar mengingat rendahnya daya beli masyarakat. Apalagi, sebagian besar masih percaya pada tenaga dukun," tuturnya.

Menurut Burham, bidan tidak bisa dibandingkan dengan dokter spesialis kandungan karena masing-masing memiliki fungsi berbeda. Bidan adalah profesi yang menangani persalinan normal, mulai dari awal hingga akhir. Namun begitu sudah ada komplikasi, maka itu sudah wewenang dokter dan harus dilimpahkan.

Ada tiga tugas pokok seorang bidan, yakni melayani kesehatan ibu, anak, dan reproduksi; melayani program keluarga berencana; dan memberikan penyuluhan bagi masyarakat. "Bidan masih menjadi pilihan karena waktu konsultasi yang disediakan jauh lebih lama daripada dokter spesialis. Kalau dokter biasanya hanya to the point pada masalah pokoknya," ujarnya.

Bagi kaum perempuan, menggunakan jasa bidan atau dokter spesialis ialah sebuah pilihan. Nining, misalnya, ibu rumah tangga yang tengah hamil enam bulan lebih memilih jasa dokter spesialis karena tidak yakin dengan pelayanan bidan. "Kemampuan bidan hanya terbatas. Kalau terjadi apa-apa ia tidak bisa berbuat banyak. Karenanya, saya lebih suka menggunakan jasa dokter," katanya.

Pendapat Nining memang tidak salah. Berdasarkan data IBI DIY, dari 775 bidan yang membuka praktik swasta, baru 170 bidan yang masuk kategori bidan delima atau bidan berkualitas. Untuk meningkatkan kualitas bidan, pemerintah akan menaikkan standar minimal pendidikan yang sebelumnya hanya diploma I menjadi diploma III.

Tidak hanya itu, IBI akan mengevaluasi penyelenggaraan pendidikan kebidanan di delapan institusi di Yogyakarta. "Peminat pendidikan kebidanan semakin melonjak karena prospek kerjanya lebih menjanjikan," kata Burham.

Kamis, 07 Agustus 2008

HUBUNGAN ILMU FISIKA SEBAGAI ILMU DASAR DAN ILMU KEBIDANAN SEBAGAI ILMU TERAPAN

1. Prinsip ilmu fisika yang berhubungan dengan ilmu kebidanan

2. Biomekanika.

3. Pengaruh tekanan dalam ilmu kebidanan.

4. Thermodinamika.

a. Pengertian Thermodinamika

b. Hukum-hukum Thermodinamika.

c. Contoh-contoh Thermodinamika

d. Penerapan energi panas dalam pengobatan.

e. Penerapan energi dingin dalam pengobatan.

f. Penerapan Thermografi untuk diagnosis.

5. Transfer panas.

a. Konduksi.

b. Konveksi

c. Radiasi.

d. Evaporasi.

6. Energi panas dalam bidang kesehatan.

a. Efek panas.

b. Penggunaan energi panas dalam pengobatan.

1) Metode Konduksi

2) Metode Radiasi

3) Metode Elektromagnetis

7. Thermografi

a. Dasar thermografi.

b. Penggunaan thermografi untuk diagnostik.

8. Penerapan Hydrodinamika dalam pelayanan kebidanan.

a. Pengertian Hydrodinamika.

b. Contoh-contoh alat yang digunakan dalam pelayanan kesehatan atau kebidanan yang berkaitan dengan Hydrodinamika.

9. Gaya pada tubuh dalam keadaan statis.

10. Gaya pada tubuh dalam keadaan dinamis.

11. Gaya vertikal dan kegunaan klinik.

12. Gaya horizontal dan kegunaan klinik.

13. Gaya yang membentuk sudut.

14. Macam-macam gelombang arus listrik.

a. Macam-macam gelombang potensial aksi.

b. Syarat-syarat listrik tubuh.

c. Jenis-jenis alat-alat kedokteran yang berkaitan dengan teori gelombang.

15. Daya ultra sonic.

a. Prinsip penggunaan ultra sonic.

b. Penggunaan gelombang ultrasonic dalam bidang kedokteran.

c. Hal-hal yang di diagnosis dengan ultra sonic.

d. Penggunaan ultra sonic dalam pengobatan.

16. ECG.

17. Dopler.

18. Suction.

19. Vacum Extraksi.

20. Alat monitoring kesejahteraan janin.

*PENGATURAN SUHU TUBUH*

Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia.

Dalam pengaturan suhu tubuh, hewan harus mengatur panas yang diterima atau yang hilang ke lingkungan. Mekanisme perubahan panas tubuh hewan dapat terjadi dengan 4 proses, yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan evaporasi. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas. Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.

Beberapa adaptasi hewan untuk mengurangi kehilangan panas, misalnya adanya bulu dan rambut pada burung dan mamalia, otot, dan modifikasi sistim sirkulasi di bagian kulit. Kontriksi pembuluh darah di bagian kulit dan countercurrent heat exchange adalah salah satu cara untuk mengurangi kehilangan panas tubuh. Perilaku adalah hal yang penting dalam hubungannya dengan termoregulasi. Migrasi, relokasi, dan sembunyi ditemukan pada beberapa hewan untuk menurunkan atau menaikkan suhu tubuh. Gajah di daerah tropis untuk menurunkan suhu tubuh dengan cara mandi atau mengipaskan daun telinga ke tubuh. Manusia menggunakan pakaian adalah salah satu perilaku unik dalam termoregulasi.

Alat dan Bahan :

1. Themometer pengukur suhu tubuh

2. Kapas

3. Alkohol

Cara Kerja

1. Sebelum anda mengukur suhu tubuh, catatlah suhu lingkungan dan waktu pengukuran.

2. Ukurlah suhu tubuh anda dengan menempatkan termometer ke ketiak anda.

3. Sebelum digunakan, termometer dikibaskan sampai air raksanya mencapai garis 0

terendah yaitu sekitar 35 C. Selain itu bersihkan ujung termometer dengan kapas

yang dibasahi alkohol.

4. Letakkan termometer itu di ketiak anda dan diamkan selama 5 menit.

5. Setelah itu, baca skala termometer yang menunjukkan suhu badan anda dan catat di

lembar data yang telah disediakan (Tabel Pengamatan). Setelah digunakan bersihkan

kembali ujung termometer dengan kapas yang dibasahi alkohol.

*PEMINDAHAN BAHAN*

Pengertian pemindahan beban secara manual, menurut American Material Handling Society bahwa material handling dinyatakan sebagai seni dan ilmu yang meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), Pengepakan (packaging), penyimpanan (storing) dan pengawasan (controlling) dari material dengan segala bentuknya.(Wignjosoebroto, 1996).

Biomekanika adalah disiplin sumber ilmu yang mengintegrasikan faktor-faktor yang mempengaruhi gerakan manusia, yang diambil dari pengetahuan dasar seperti fisika, matematika, kimia, fisiologi, anatomi dan konsep rekayasa untuk menganalisa gaya yang terjadi pada tubuh. Kinerja faal dan kenyamanan dari pekerja sudah terbukti sangat menunjang tingkat produktivitas pekerja, dengan demikian para penanggung jawab keselamatan dan kenyamanan kerja harus memikirkan faktor bahaya-bahaya biomekanika.

Sebaiknya aktifitas MMH tidak membahayakan pekerja dan tidak menimbulkan rasa sakit pada pekerja. Sebaiknya aktivitas MMH tidak membahayakan pekerja dan tidak menimbulkan sakit pinggang, sakit pundak atau pergelangan tangan yang membuat pekerja menderita.

Biomekanika Terapan

NIOSH (National For Occupational Safety and Health) adalah suatu lembaga yang menangani masalah kesehatan dan keselamatan kerja di Amerika, telah melakukan analisis terhadap faktor-faktor yang bepengaruh terhadap biomekanika yaitu:

1. Berat dari benda yang dipindahkan, hal ini ditentukan oleh pembebanan langsung.

2. Posisi pembebanan dengan mengacu pada tubuh, dipengaruhi oleh:

a. Jarak horisontal beban yang dipindahkan dari titik berat tubuh.

b. Jarak vertikal beban yang dipindahkan dari lantai.

c. Sudut pemindahan beban dari posisi sagital (posisi pengangkatan tepat didepan tubuh).

3. Frekuensi pemindahan dicatat sebagai rata-rata pemindahan/menit untuk pemindahan berfrekuensi tinggi.

4. Periode (durasi) total waktu yang diberlakukan dalam pemindahan pada suatu pencatatan.

Beban Kerja Fisik Berdasarkan Jumlah Kebutuhan Kalori

Salah satu kebutuhan umum dalam pergerakan otot adalah oksigen yang dibawa oleh darah ke otot untuk pembakaran zat dalam menghasilkan energi.

Menteri Tenaga Kerja melalui Kep. No. 51 tahun 1999, menetapkan kategori beban kerja menurut kebutuhan kalori sebagai berikut :

- Beban kerja ringan : 100 – 200 kilo kalori/jam

- Beban kerja sedang : > 200 – 350 kilo kalori/jam

- Beban kerja berat : > 350 – 500 kilo kalori/jam

Menurut Grandjean (1993) bahwa kebutuhan kalori seorang pekerja selama 24 jam ditentukan oleh tiga hal :

1. Kebutuhan kalori untuk metabolisme basal. Keterangan kebutuhan seorang laki-laki dewasa memerlukan kalori untuk metabolisme basal ± 100 kilo joule (23,87 kilo kalori) per 24 jam per kg BB. Sedangkan wanita dewasa memerlukan kalori untuk metabolisme basal ± 98 kilo joule (23,39 kilo kalori) per 24 jam per kg BB.

2. Kebutuhan kalori untuk kerja. Kebutuhaan kalori untuk kerja sangat ditentukan oleh jenis aktivitas kerja yang dilakukan atau berat ringannya pekerjaan.

3. Kebutuhan kalori untuk aktivitas-aktivitas lain diluar jam kerja. Rata-rata kebutuhan kalori untuk aktivitas diluar kerja adalah ± 2400 kilo joule (573 kilo kalori) untuk laki-laki dewasa dan sebesar 2000 – 2400 kilo joule (425 – 477 kilo kalori) per hari untuk wanita dewasa.

*TERMODINAMIKA*

ENTROPI, ENERGI BEBAS DAN ARAH REAKSI

Entropi dan Ketidakteraturan

· Redistribusi partikel gas dalam wadah terjadi tanpa perubahan energi dalam total sistem, semua susunan ekivalen

· Jumlah cara komponen sistem dapat disusun tanpa merubah energi sistem terkait erat dengan kuantitas entropi (S)

· Entropi adalah ukuran ketidakteraturan sistem

· Sistem dengan cara tersusun ekivalen komponennya sedikit seperti kristal padat memiliki ketidakteraturan yang kecil atau entropi rendah

· Sistem dengan cara tersusun ekivalen komponennya banyak seperti gas memiliki ketidakteraturan besar atau entropi tinggi

· Jika entropi sistem meningkat, komponen sistem menjadi semakin tidak teratur, random dan energi sistem lebih terdistribusi pada range lebih besar Sdisorder > Sorder

· Seperti halnya energi dalam atau entalpi, entropi juga fungsi keadaan yaitu hanya tergantung pada keadaan awal dan akhir tidak pada bagaimana proses terjadinya

DSsis = Sfinal – Sinitial

· Jika entropi meningkat maka SDsis akan positif, sebaliknya jika entropi turun, maka SDsis akan negatif

Entropi dan Hukum Kedua Termodinamika

· Apa yang menentukan arah perubahan spontan?

· Sistem alami cenderung kearah tidak teratur, random, distribusi partikel kurang teratur

· Beberapa sistem cenderung lebih tidak teratur (es meleleh) tetapi ada juga yang lebih teratur (air membeku) secara spontan

· Dengan meninjau sistem dan lingkungan terlihat semua proses yang berlangsung dalam arah spontan akan meningkatkan entropi total alam semesta (sistem dan lingkungan). Ini yang disebut dengan hukum kedua termodinamika

· Hukum ini tidak memberikan batasan perubahan entropi sistem atau lingkungan, tetapi untuk perubahan spontan entropi total sistem dan lingkungan harus positif

DSuniv = SDsis + SDsurr > 0

Entropi Molar Standar

· Entropi (S) berhubungan dengan jumlah cara (W) sistem dapat tersusun tanpa merubah energi dalam

· Tahun 1877 Ludwig Boltzmann menguraikan hubungan ini secara kuantitatif

· S = k ln W

· Dimana k adalah konstanta Blotzmann (R/NA) » 1,38x10-23 J/K

· Tidak seperti entalpi, entropi memiliki nilai mutlak dengan menerapkan hukum ketiga Termodinamika yang menyatakan kristal sempurna memiliki entropi nol pada temperatur nol absolut Ssis = 0 pada 0 K

· Pada nol absolut, semua partikel pada kristal memiliki energi minimum sehingga hanya ada satu cara mereka tersusun

· Nilai entropi biasanya dibandingkan pada keadaan standar dengan T tertentu, untuk gas pada 1 atm, larutan 1 M, dan zat murni pada keadaan paling stabil untuk padat dan cair

· Entropi merupakan besaran ekstensif sehingga tergantung pada jumlah oleh karena itu dikenalkan dengan entropi molar standar dalam satuan J/mol K

Memperkirakan Nilai So Relatif Sistem

  • Berdasarkan pengamatan level molekuler kita bisa memperkirakan entropi zat akibat pengaruh
    • Perubahan temperatur
    • Keadaan fisik dan perubahan fasa
    • Pelarutan solid atau liquid
    • Pelarutan gas
    • Ukuran atom atau kompleksitas molekul

1. Perubahan Temperatur

  • So meningkat seiring dengan kenaikan temperatur

T(K) 273 295 298

So 31,0 32,9 33,1

  • Kenaikan temperatur menunjukkan kenaikan energi kinetik rata-rata partikel

2. Keadaan Fisik dan Perubahan Fasa

  • Ketika fasa yang lebih teratur berubah ke yang kurang teratur, perubahan entropi positif
  • Untuk zat tertentu So meningkat manakala perubahan zat dari solid ke liquid ke gas

Na H2O C(grafit)

  • So (s / l) 51,4(s) 69,9 (l) 5,7(s)
  • So (g) 153,6 188,7 158,0

3. Pelarutan solid atau liquid

  • Entropi solid atau liquid terlarut biasanya lebih besar dari solut murni, tetapi jenis solut dan solven dan bagaimana proses pelarutannya mempengaruhi entropi overall

NaCl AlCl3 CH3OH

  • So s/l 72.1(s) 167(s) 127(l)
  • Soaq 115,1 -148 132

4. Pelarutan Gas

  • Gas begitu tidak teratur dan akan menjadi lebih teratur saat dilarutkan dalam liquid atau solid
  • Entropi larutan gas dalam liquid atau solid selalu lebih kecil dibanding gas murni
  • Saat O2 (Sog = 205,0J/mol K) dilarutkan dalam air, entropi turun drastis (Soaq = 110,9 J/mol K)

5. Ukuran Atom atau Kompleksitas molekul

  • Perbedaan entropi zat dengan fasa sama tergantung pada ukuran atom dan komplesitas molekul
  • Li Na K Rb Cs
  • Jari2 152 186 227 248 265
  • M molar 6.941 22.99 39.10 85.47 132.9
  • So(s) 29.1 51.4 64.7 69.5 85.2
  • Untuk senyawa, entropi meningkat seiring dengan kompleksitas kimia yaitu dengan semakin banyaknya jumlah atom dalam molekul
  • Hal ini berlaku untuk senyawa ionik dan kovalen

NO NO2 N2O4

  • So(g) 211 240 304
  • Kecenderungan ini didasarkan atas variasi gerakan yang dapat dilakukan molekul
  • Untuk molekul lebih besar lagi, juga perlu diperhitungkan bagaimana bagian dari melekul dapat bergerak terhadap bagian lain
  • Rantai hidrokarbon panjang dapat berotasi dan bervibrasi dengan lebih banyak cara dibanding rantai pendek

CH4 C2H6 C3H8 C4H10

  • So 186 230 270 310

Entropi Standar Reaksi DSorxn

  • DSorxn = mSSoproduk - nSSoreaktan
  • m dan n adalah jumlah individual spesies diwakili oleh koefisien reaksi
  • Jika ammonia terbentuk dari komponen nya, 4 mol gas menghasilkan 2 mol gas karena gas memiliki entropi molar tinggi, terlihat entropi produk kurang dari reaktan sehingga entropi turun selama reaksi
  • N2(g) + 3H2(g) 2NHÛ3(g)
  • DSorxn = (2 mol NH3 x So NH3) – [(1 mol N2 x So N2) + (3 mol H2 x So H2)]
  • DSorxn = (2 x 193) – [(1 x 191,5) + (3 x 130,6) = -197 J/K
  • Hk kedua menyatakan penurunan entropi sistem hanya dapat terjadi jika entropi lingkungan meningkat melebihinya
  • Peran penting lingkungan adalah dalam memberi panas ke sistem atau mengambilnya dari sistem (lingk dapat berperan sebagai source or heat sink)
  • Pada perubahan eksotermik, panas yang dilepas sistem, diserap oleh lingkungan ini menyebabkan gerak random partikel dilingkungan meningkat sehingga entropi meningkat qsis <>surr > 0, DSsurr > 0
  • Pada perubahan endotermik, sistem menyerap panas dan lingkungan melepas panas, sehingga entropi lingkungan menurun, qsis > 0, qsurr <>Dsurr <>
  • Perubahan entropi lingkungan berbanding lurus dengan perubahan panas sistem dan berbanding terbalik dengan temperatur lingkungan sebelum transfer panas

DSsurr -qµsis, dan SDsurr µ 1/T

  • Kombinasinya menghasilkan

DSsurr = -qsis/T

  • Jika proses berlangsung pada tekanan konstan, qp sama dengan H sehinggaD

DSsurr = -HDsis/T

  • Kita dapat menghitung SDsurr dengan mengukur HDsis dan temperatur ketika perubahan terjadi

Perubahan Entropi dan Keadaan Kesetimbangan

  • Perubahan mengarah kekesetimbangan secara spontan, DSuniv > 0
  • Ketika kesetimbangan tercapai tidak ada lagi daya untuk mendorong perubahan sehingga SDuniv = 0. Pada titik ini perubahan entropi pada sistem diikuti perubahan entropi lingkungan dalam jumlah yang sama tetapi berbeda tanda
  • Pada kesetimbangan SDuniv = SDsis + SDsurr = 0
  • Atau SDsis = -SDsurr

Kesetimbangan Uap Air

  • Penguapan 1 mol air pada 100oC (373 K)

H2O(l:373 K) Û H2O(g: 373 K)

DSosis = So H2O(g) – So H2O(l)

= 195,9 – 86,8 = 109,1 J/K

  • Sistem menjadi lebih tidak teratur

DSsurr = -HDosis/T = -HDovap/T

= -40,7 x 103 J/373 K = -109 J/K

DSuniv = 109 J/K + (-109 J/K) = 0

  • Saat kesetimbangan tercapai, proses reaksi berlangsung spontan baik arah maju maupun balik

Eksotermik dan Endotermik Spontan

  • Reaksi Eksotermik

C6H12O6(s) + 6O2(g) à 6CO2(g) + 6H2O(g) + kalor

CaO(s) + CO2(g) CaCOà3(s) + kalor

  • Reaksi Endotermik

Kalor + Ba(OH)2·8H2O(s) + 2NH4NO3(s) à Ba2+(aq) + 2NO3-(aq) + 2NH3(aq) + 10H2O(l)

Entropi, Energi Bebas dan Kerja

  • Spontanitas dapat ditentukan dengan mengukur DSsis dan SDsurr, tetapi akan lebih mudah jika kita memiliki satu parameter saja untuk menentukan spontanitas
  • Energi bebas Gibbs (G) adalah fungsi yang menggabungkan entalpi dan entropi dari sistem

G = H – TS

  • Diajukan oleh Josiah Willard Gibbs 1877

DSuniv = SDsis + SDsurr

  • Pada Tekanan konstan SDsurr = -HDsis/T

DSuniv = SDsis - HDsis/T

  • Jika kedua sisi dikalikan –T maka

-TSDuniv = HDsis - TSDsis atau

-TSDuniv = GDsis

  • DSuniv > 0 spontan à DG <>
  • DSuniv <>à DG > 0
  • DSuniv = 0 setimbang à DG = 0

Menghitung Perubahan Energi Bebas Standar

DGosis = HDosis - TSDosis

  • Energi bebas Gibbs juga dapat dihitung (karena ia fungsi keadaan) dari energi bebas produk dan reaktan

DGorxn = GDmSof(produk) - GDnSof(reaktan)

  • Catatan : GDof suatu unsur pada keadaan standarnya adalah nol

*ENTROPI DAN HUKUM KEDUA TERMODINAMIKA*
Miftachul Hadi (Fisika LIPI)

Pengalaman sehari-hari menunjukkan bahwa sebuah kolam tidak membeku di musim panas. Jika sebuah benda panas berinteraksi dengan benda dingin, maka tak terjadi bahwa benda panas tersebut semakin panas dan benda dingin semakin dingin, meskipun proses-proses tersebut tidaklah melanggar hukum kekekalan energi yang dinyatakan sebagai hukum pertama termodinamika.

Hukum kedua termodinamika berkaitan dengan apakah proses-proses yang dianggap taat azas dengan hukum pertama, terjadi atau tidak terjadi di alam. Hukum kedua termodinamika seperti yang diungkapkan oleh Clausius mengatakan, “Untuk suatu mesin siklis maka tidak mungkin untuk menghasilkan efek lain, selain dari menyampaikan kalor secara kontinu dari sebuah benda ke benda lain pada temperatur yang lebih tinggi".

Bila ditinjau siklus Carnot, yakni siklus hipotesis yang terdiri dari empat proses terbalikkan: pemuaian isotermal dengan penambahan kalor, pemuaian adiabatik, pemampatan isotermal dengan pelepasan kalor dan pemampatan adiabatik; jika integral sebuah kuantitas mengitari setiap lintasan tertutup adalah nol, maka kuantitas tersebut yakni variabel keadaan, mempunyai sebuah nilai yang hanya merupakan ciri dari keadaan sistem tersebut, tak peduli bagaimana keadaan tersebut dicapai. Variabel keadaan dalam hal ini adalah entropi. Perubahan entropi hanya gayut keadaan awal dan keadaan akhir dan tak gayut proses yang menghubungkan keadaan awal dan keadaan akhir sistem tersebut.

Hukum kedua termodinamika dalam konsep entropi mengatakan, "Sebuah proses alami yang bermula di dalam satu keadaan kesetimbangan dan berakhir di dalam satu keadaan kesetimbangan lain akan bergerak di dalam arah yang menyebabkan entropi dari sistem dan lingkungannya semakin besar".

Jika entropi diasosiasikan dengan kekacauan maka pernyataan hukum kedua termodinamika di dalam proses-proses alami cenderung bertambah ekivalen dengan menyatakan, kekacauan dari sistem dan lingkungan cenderung semakin besar.

Di dalam ekspansi bebas, molekul-molekul gas yang menempati keseluruhan ruang kotak adalah lebih kacau dibandingkan bila molekul-molekul gas tersebut menempati setengah ruang kotak. Jika dua benda yang memiliki temperatur berbeda T1 dan T2 berinteraksi, sehingga mencapai temperatur yang serba sama T, maka dapat dikatakan bahwa sistem tersebut menjadi lebih kacau, dalam arti, pernyataan "semua molekul dalam sistem tersebut bersesuaian dengan temperatur T adalah lebih lemah bila dibandingkan dengan pernyataan semua molekul di dalam benda A bersesuaian dengan temperatur T1 dan benda B bersesuaian dengan temperatur T2".

Di dalam mekanika statistik, hubungan antara entropi dan parameter kekacauan adalah, pers. (1):

S = k log w

dimana k adalah konstanta Boltzmann, S adalah entropi sistem, w adalah parameter kekacauan, yakni kemungkinan beradanya sistem tersebut relatif terhadap semua keadaan yang mungkin ditempati.

Jika ditinjau perubahan entropi suatu gas ideal di dalam ekspansi isotermal, dimana banyaknya molekul dan temperatur tak berubah sedangkan volumenya semakin besar, maka kemungkinan sebuah molekul dapat ditemukan dalam suatu daerah bervolume V adalah sebanding dengan V; yakni semakin besar V maka semakin besar pula peluang untuk menemukan molekul tersebut di dalam V. Kemungkinan untuk menemukan sebuah molekul tunggal di dalam V adalah, pers. (2):

W1 = c V

dimana c adalah konstanta. Kemungkinan menemukan N molekul secara serempak di dalam volume V adalah hasil kali lipat N dari w. Yakni, kemungkinan dari sebuah keadaan yang terdiri dari N molekul berada di dalam volume V adalah, pers.(3):

w = w1N = (cV)N.

Jika persamaan (3) disubstitusikan ke (1), maka perbedaan entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal dimana temperatur dan banyaknya molekul tak berubah, adalah bernilai positip. Ini berarti entropi gas ideal dalam proses ekspansi isotermal tersebut bertambah besar.

Definisi statistik mengenai entropi, yakni persamaan (1), menghubungkan gambaran termodinamika dan gambaran mekanika statistik yang memungkinkan untuk meletakkan hukum kedua termodinamika pada landasan statistik. Arah dimana proses alami akan terjadi menuju entropi yang lebih tinggi ditentukan oleh hukum kemungkinan, yakni menuju sebuah keadaan yang lebih mungkin. Dalam hal ini, keadaan kesetimbangan adalah keadaan dimana entropi maksimum secara termodinamika dan keadaan yang paling mungkin secara statistik. Akan tetapi fluktuasi, misal gerak Brown, dapat terjadi di sekitar distribusi kesetimbangan. Dari sudut pandang ini, tidaklah mutlak bahwa entropi akan semakin besar di dalam tiap-tiap proses spontan. Entropi kadang-kadang dapat berkurang. Jika cukup lama ditunggu, keadaan yang paling tidak mungkin sekali pun dapat terjadi: air di dalam kolam tiba-tiba membeku pada suatu hari musim panas yang panas atau suatu vakum setempat terjadi secara tiba-tiba dalam suatu ruangan. Hukum kedua termodinamika memperlihatkan arah peristiwa-peristiwa yang paling mungkin, bukan hanya peristiwa-peristiwa yang mungkin.

Diambil dari Halliday-Resnick, Fisika, alih bahasa Silaban-Sucipto, Erlangga, Jakarta, 1990.

*TERMODINAMIKA

Sebuah sistem termodinamika

Termodinamika (bahasa Yunani: thermos = 'panas' and dynamic = 'perubahan') adalah fisika energi , panas, kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika berhubungan dekat dengan mekanika statistik di mana banyak hubungan termodinamika berasal.

Pada sistem di mana terjadi proses perubahan wujud atau pertukaran energi, termodinamika klasik tidak berhubungan dengan kinetika reaksi (kecepatan suatu proses reaksi berlangsung). Karena alasan ini, penggunaan istilah "termodinamika" biasanya merujuk pada termodinamika setimbang. Dengan hubungan ini, konsep utama dalam termodinamika adalah proses kuasistatik, yang diidealkan, proses "super pelan". Proses termodinamika bergantung-waktu dipelajari dalam termodinamika tak-setimbang.

Karena termodinamika tidak berhubungan dengan konsep waktu, telah diusulkan bahwa termodinamika setimbang seharusnya dinamakan termostatik.

Hukum termodinamika kebenarannya sangat umum, dan hukum-hukum ini tidak bergantung kepada rincian dari interaksi atau sistem yang diteliti. Ini berarti mereka dapat diterapkan ke sistem di mana seseorang tidak tahu apa pun kecual perimbangan transfer energi dan wujud di antara mereka dan lingkungan. Contohnya termasuk perkiraan Einstein tentang emisi spontan dalam abad ke-20 dan riset sekarang ini tentang termodinamika benda hitam.

1 Konsep dasar dalam termodinamika

2 Sistem termodinamika

3 Keadaan termodinamika

4 Hukum-hukum Dasar Termodinamika

5 Lihat pula

Konsep dasar dalam termodinamika

Pengabstrakan dasar atas termodinamika adalah pembagian dunia menjadi sistem dibatasi oleh kenyataan atau ideal dari batasan. Sistem yang tidak termasuk dalam pertimbangan digolongkan sebagai lingkungan. Dan pembagian sistem menjadi subsistem masih mungkin terjadi, atau membentuk beberapa sistem menjadi sistem yang lebih besar. Biasanya sistem dapat diberikan keadaan yang dirinci dengan jelas yang dapat diuraikan menjadi beberapa parameter.

Sistem termodinamika

Sistem termodinamika adalah bagian dari jagat raya yang diperhitungkan. Sebuah batasan yang nyata atau imajinasi memisahkan sistem dengan jagat raya, yang disebut lingkungan. Klasifikasi sistem termodinamika berdasarkan pada sifat batas sistem-lingkungan dan perpindahan materi, kalor dan entropi antara sistem dan lingkungan.

Ada tiga jenis sistem berdasarkan jenis pertukaran yang terjadi antara sistem dan lingkungan:

sistem terisolasi:

  • sistem terisolasi adalah tak terjadi pertukaran panas, benda atau kerja dengan lingkunganwadah terisolasi, seperti tabung gas terisolasi.
  • sistem tertutup: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) tetapi tidak terjadi pertukaran benda dengan lingkungan. Rumah hijau adalah contoh dari sistem tertutup di mana terjadi pertukaran panas tetapi tidak terjadi pertukaran kerja dengan lingkungan. Apakah suatu sistem terjadi pertukaran panas, kerja atau keduanya biasanya dipertimbangkan sebagai sifat pembatasnya:

pembatas adiabatik: tidak memperbolehkan pertukaran panas.

pembatas rigid: tidak memperbolehkan pertukaran kerja.

  • sistem terbuka: terjadi pertukaran energi (panas dan kerja) dan benda dengan lingkungannya. Sebuah pembatas memperbolehkan pertukaran benda disebut permeabel. Samudra merupakan contoh dari sistem terbuka.

Dalam kenyataan, sebuah sistem tidak dapat terisolasi sepenuhnya dari lingkungan, karena pasti ada terjadi sedikit pencampuran, meskipun hanya penerimaan sedikit penarikan gravitasi. Dalam analisis sistem terisolasi, energi yang masuk ke sistem sama dengan energi yang keluar dari sistem.

Keadaan termodinamika

Ketika sistem dalam keadaan seimbang dalam kondisi yang ditentukan, ini disebut dalam keadaan pasti (atau keadaan sistem).

Untuk keadaan termodinamika tertentu, banyak sifat dari sistem dispesifikasikan. Properti yang tidak tergantung dengan jalur di mana sistem itu membentuk keadaan tersebut, disebut fungsi keadaan dari sistem. Bagian selanjutnya dalam seksi ini hanya mempertimbangkan properti, yang merupakan fungsi keadaan.

Jumlah properti minimal yang harus dispesifikasikan untuk menjelaskan keadaan dari sistem tertentu ditentukan oleh Hukum fase Gibbs. Biasanya seseorang berhadapan dengan properti sistem yang lebih besar, dari jumlah minimal tersebut.

Pengembangan hubungan antara properti dari keadaan yang berlainan dimungkinkan. Persamaan keadaan adalah contoh dari hubungan tersebut.

Hukum-hukum Dasar Termodinamika

Terdapat empat Hukum Dasar yang berlaku di dalam sistem termodinamika, yaitu:

  • Hukum Awal (Zeroth Law) Termodinamika
  • Hukum ini menyatakan bahwa dua sistem dalam keadaan setimbang dengan sistem ketiga, maka ketiganya dalam saling setimbang satu dengan lainnya.
  • Hukum Pertama Termodinamika
  • Hukum ini terkait dengan kekekalan energi. Hukum ini menyatakan perubahan energi dalam dari suatu sistem termodinamika tertutup sama dengan total dari jumlah energi kalor yang disuplai ke dalam sistem dan kerja yang dilakukan terhadap sistem.
  • Hukum kedua Termodinamika
  • Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu, mendekati nilai maksimumnya.
  • Hukum ketiga Termodinamika
  • Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada temperatur nol absolut bernilai nol.

*Radiasi,Konveksi dan Konduksi*

Radiasi biasanya berarti transmisi gelombang, objek atau informasi dari sebuah sumber ke medium atau tujuan sekitarnya.

Dalam fisika, konsep yang berhubungan adalah:

  1. radiasi ionisasi adalah sebuah semburan partikel (seperti photon) dengan energi yang berkecukupan untuk menyebabkan ionisasi atom atau molekul.
  2. radiasi non-ionisasi seperti di atas hanya tidak memiliki cukup energi.
  3. radiasi elektromagnetik: cahaya adalah salah satu bentuknya yang tampak mata; radiasi thermal adalah bentuk panas. Keseluruhan, jangkauan panjang gelombang mencakup gelombang Frekuensi sangat rendah dengan panjang dalam km, radio AM, radio FM, TV dan gelombang mikro, inframerah (panas) gelombang, cahaya tampak, ultraungu, sinar-X, dan sinar gamma.
  4. radiasi gravitasi
  5. radiasi partikel adalah sebuah bentuk radiasi dimana unsur individual bersikap seperti partikel, contohnya radiasi neutron cepat atau lambat
  6. radiasi Cherenkov adalah pemancaran radiasi elektromagnetik oleh partikel bermuatan bergerak melalui sebuah medium terinsulasi lebih cepat dari kecepatan cahaya dalam medium tersebut.
  7. radiasi synchotron dipancarkan oleh partikel bermuatan yang dipercepat dalam medan magnet dan bergerak mendekati kecepatan cahaya. Ini terjadi, contohnya, bila partikel bergerak dalam lingkaran, seperti dalam synchrotron.

Dalam Biologi, radiasi adaptive adalah sebuah proses dalam biologi evolusi dimana satu spesies menjadi banyak dalam rangka beradaptasi ke niche ekologi tertentu.

Radiasi kadangkala juga digunakan, tidak tepat, untuk menunjuk ke kontaminasi radioaktif, pembebasan isotop radioaktif ke lingkungan. Isotop tersebut kemudian melepaskan radiasi terionisasi, yang dapat membuat parah apabila isotop tersebut diserap oleh tumbuhan, hewan atau manusia, karena isotop kemudian melepas radiasi terionisasi dari dalam organisme

Konduksi adalah perpindahan panas antara dua sustansi dari sustansi yang bersuhu tinggi, panas berpindah ke sustansi yang bersuhu rendah dengan adanya kontak kedua sustansi secara langsung.

Misalnya ketika tangan kamu memegang gelas panas, maka telapak tangan kamu akan menerima panas dari gelas tersebut.

Konveksi.

Konveksi terjadi diakibatkan adanya ekspansi termal dan konduksi. Konveksi sendiri artinya= cairan yang berpindah akibat adanya perbedaan suhu.

Expansi termal adalah sifat dari sustansi yang bertemperatur tinggi dimana partikel-partikel sustansi tersebut volumennya meluas/membesar akibat panas.

Maka akibatnya berat jenis partikel itu berkurang. Karena berkurangnya berat jenis partikel, maka partikel itu akan terdorong ke atas (dalam hal ini udara panas) , sedangkan udara dingin yang ada di atasnya akan turun menggantikannya. Ingat misalnya berat jenis es lebih kecil daripada berat jenis air, maka es akan mengapung di air. berat jenis besi yang lebih besar daripada air menyebabkan besi tenggelam di air.

Nah sekarang bagaimana proses keluarnya panas (yang berasal dari radiasi solar) dari bumi?

Pertama-tama radiasi solar berhasil diserap oleh bumi dan menjadi enerji panas. Panas di permukaan bumi menyebabkan panasnya udara di permukaan oleh proses konduksi. Dari sinilah proses konveksi dimulai. Udara yang sudah dipanaskan oleh permukaan bumi kemudian naik ke permukaan karena konveksi, hingga menggantikan udara dingin yang berada di atasnya. Udara dingin yang tadinya berada di atas, terdorong ke bawah oleh hawa panas tadi.

Karena proses konveksilah jumlah panas yang berhasil dipindahkan bumi ke angkasa lebih tinggi dibandingkan jika hanya terjadi proses konduksi saja. Uap air panas yang naik, mentransfer energi panas itu ke sekelilingnya dan selanjutnya akan berpindah ke bawah lagi.

Latent Heat

Seiring dengan proses konveksi, terjadi pula evaporasi/penguapan uap air yang juga mendinginkan permukaan bumi (lihat artikel “Keringat mendinginkan tubuh”).

Kata Latent menegaskan bahwa panas tidak menyebabkan perubahan temperatur, melainkan menyebabkan perubahan keadaan.

Dalam hal ini panas yang ada di permukaan bumi juga berarti panas yang ada di permukaan lautan, danau, sungai, kelembapan tanah, vegetasi, yang menyebabkan air di permukaan bumi menguap (evaporasi) menjadi uap air yang naik ke atmosfir dalam proses konveksi.

Ingat kan? bahwa dalam proses evaporasi diperlukan panas/enerji- guna merubah keadaan tadi, dalam proses inilah lagi-lagi bumi kita kehilangan energi panasnya, dengan cara evaporasi.

Ketika uap air ini naik, di ketinggian temperaturnya akan menurun. Ketika temperatur turun cukup rendah hingga menyebabkan uap air berkondensasi di atmosfir, menjadi butiran-butiran cairan atau partikel-partikel es - awan.

Kalau enerji diperlukan dalam proses penguapan yang merubah cairan atau solid menjadi uap air, maka enerji juga diperlukan ketika uap air berubah menjadi cairan atau solid (kondensasi).

Latent heat yang disebabkan oleh proses kondensasi, akhirnya memanaskan atmosfir .

Proses penguapan dan kondensasi air jelas memindahkan panas dari permukaan bumi ke atmosfir. Selanjutnya presipitasi mengembalikan air yang berkondensasi ke bumi dalam bentuk hujan atau salju di mana selanjutnya air ini bisa mengalami proses evaporasi dan kondensasi kembali.

Spektrum elektomagnetik

Spektrum elektromagnetik adalah rentang semua radiasi elektromagnetik yang mungkin. Spektrum elektromagnetik dapat dijelaskan dalam panjang gelombang, frekuensi, atau tenaga per foton. Spektrum ini secara langsung berkaitan (lihat juga tabel dan awalan SI):

Panjang gelombang dikalikan dengan frekuensi ialah kecepatan cahaya: 300 Mm/s, yaitu 300 MmHz Energi dari foton adalah 4.1 feV per Hz, yaitu 4.1μeV/GHz Panjang gelombang dikalikan dengan energy per foton adalah 1.24 μeVm

Spektrum elektromagnetik dapat dibagi dalam beberapa daerah yang terentang dari sinar gamma gelombang pendek berenergi tinggi sampai pada gelombang mikro dan gelombang radio dengan panjang gelombang sangat panjang. Pembagian ini sebenarnya tidak begitu tegas dan tumbuh dari penggunaan praktis yang secara historis berasal dari berbagai macam metode deteksi. Biasanya dalam mendeskripsikan energi spektrum elektromagnetik dinyatakan dalam elektronvolt untuk foton berenergi tinggi (di atas 100 eV), dalam panjang gelombang untuk energi menengah, dan dalam frekuensi untuk energi rendah (λ ≥ 0,5 mm). Istilah “spektrum optik” juga masih digunakan secara luas dalam merujuk spektrum elektromagnetik, walaupun sebenarnya hanya mencakup sebagian rentang panjang gelombang saja (320 - 700 nm)

Frekuensi Radio

Frekuensi radio menunjuk ke spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena. Frekuensi seperti ini termasuk bagian dari spektrum di bawah ini:

Nama band

Singkatan

band ITU

Frekuensi

Panjang gelombang

<>Hz

> 100,000 km

Extremely low frequency

ELF

1

3-30 Hz

100,000 km - 10,000 km

Super low frequency

SLF

2

30-300 Hz

10,000 km - 1000 km

Ultra low frequency

ULF

3

300-3000 Hz

1000 km - 100 km

Very low frequency

VLF

4

3-30 kHz

100 km - 10 km

Low frequency

LF

5

30-300 kHz

10 km - 1 km

Medium frequency

MF

6

300-3000 kHz

1 km - 100 m

High frequency

HF

7

3-30 MHz

100 m - 10 m

Very high frequency

VHF

8

30-300 MHz

10 m - 1 m

Ultra high frequency

UHF

9

300-3000 MHz

1 m - 100 mm

Super high frequency

SHF

10

3-30 GHz

100 mm - 10 mm

Extremely high frequency

EHF

11

30-300 GHz

10 mm - 1 mm

Di atas 300 GHz

<>

Catatan: di atas 300 GHz, penyerapan radiasi elektromagnetik oleh atmosfer Bumi begitu besar sehingga atmosfer secara efektif menjadi “opak” ke frekuensi lebih tinggi dari radiasi elektromagnetik, sampai atmosfer menjadi transparan lagi pada yang disebut jangka frekuensi infrared dan jendela optikal.

Band ELF, SLF, ULF, dan VLF bertumpuk dengan spektrum AF, sekitar 20-20,000 Hz. Namun, suara disalurkan oleh kompresi atmosferik dan pengembangan, dan bukan oleh energi elektromagnetik.

Penghubung listrik didesain untuk bekerja pada frekuensi radio yang dikenal sebagai Penghubung RF. RF juga merupakan nama dari penghubung audio/video standar, yang juga disebut BNC (Bayonet Neill-Concelman).

Gelombang mikro

Gelombang mikro (microwave) adalah gelombang elektromagnetik dengan frekuensi super tinggi (Super High Frequency, SHF), yaitu diatas 3 GHz (3×109 Hz).

Jika gelombang mikro diserap oleh sebuah benda, akan muncul efek pemanasan pada benda tersebut. Jika makanan menyerap radiasi gelombang mikro, makanan menjadi panas dan masak dalam waktu singkat. Proses inilah yang dimanfaatkan dalam oven microwave.

Gelombang mikro juga dimanfaatkan pada RADAR (Radio Detection and Ranging). RADAR digunakan untuk mencari dan menentukan jejak suatu benda dengan gelombang mikro dengan frekuensi sekitar 1010 Hz

Inframerah

Inframerah adalah radiasi elektromagnetik dari panjang gelombang lebih panjang dari cahaya tampak, tetapi lebih pendek dari radiasi gelombang radio. Namanya berarti “bawah merah” (dari bahasa Latin infra, “bawah”), merah merupakan warna dari cahaya tampak dengan gelombang terpanjang. Radiasi inframerah memiliki jangkauan tiga “order” dan memiliki panjang gelombang antara 700 nm dan 1 mm.

Spektrum optik

Spektrum optik (cahaya atau spektrum terlihat atau spektrum tampak) adalah bagian dari spektrum elektromagnetik yang tampak oleh mata manusia. Radiasi elektromagnetik dalam rentang panjang gelombang ini disebut sebagai cahaya tampak atau cahaya saja. Tidak ada batasan yang tepat dari spektrum optik; mata normal manusia akan dapat menerima panjang gelombang dari 400 sampai 700 nm, meskipun beberapa orang dapat menerima panjang gelombang dari 380 sampai 780 nm. Mata yang telah beradaptasi dengan cahaya biasanya memiliki sensitivitas maksimum di sekitar 555 nm, di wilayah kuning dari spektrum optik.

Panjang gelombang yang kasat mata didefinisikan oleh jangkauan spektral jendela optik, wilayah spektrum elektromagnetik yang melewati atmosfer Bumi sebagian besar tanpa dikurangi (meskipun cahaya biru dipencarkan lebih banyak dari cahaya merah, salah satu alasan mengapai langit berwarna biru). Radiasi elektromagnetik di luar jangkauan panjang gelombang optik, atau jendela transmisi lainnya, hampir seluruhnya diserap oleh atmosfer.

Cahaya putih dipencarkan oleh sebuah prisma menjadi warna-warna dalam spektrum optik.

Warna-warna di dalam spektrum

Meskipun spektrum optik adalah spektrum yang kontinu sehingga tidak ada batas yang jelas antara satu warna dengan warna lainnya, tabel berikut memberikan batas kira-kira untuk warna-warna spektrum :

ungu

380-450 nm

biru

450-495 nm

hijau

495-570 nm

kuning

570-590 nm

jingga

590-620 nm

merah

620-750 nm

Ultraungu(Ultra violet)

Radiasi ultraungu (sering disingkat UV, dari bahasa Inggris: ultraviolet) adalah radiasi elektromagnetis terhadap panjang gelombang yang lebih pendek dari daerah dengan sinar tampak, namun lebih panjang dari sinar-X yang kecil.

Radiasi UV dapat dibagi menjadi hampir UV (panjang gelombang: 380-200 nm) dan UV vakum (200-10 nm). Ketika mempertimbangkan pengaruh radiasi UV terhadap kesehatan manusia dan lingkungan, jarak panjang gelombang sering dibagi lagi kepada UVA (380-315 nm), yang juga disebut “Gelombang Panjang” atau “blacklight“; UVB (315-280 nm), yang juga disebut “Gelombang Medium” (Medium Wave); dan UVC (280-10 nm), juga disebut “Gelombang Pendek” (Short Wave).

Istilah ultraviolet berarti “melebihi ungu” (dari bahasa Latin ultra, “melebihi”), sedangkan kata ungu merupakan warna panjang gelombang paling pendek dari cahaya dari sinar tampak. Beberapa hewan, termasuk burung, reptil, dan serangga seperti lebah dapat melihat hingga mencapai “hampir UV”. Banyak buah-buahan, bunga dan benih terlihat lebih jelas di latar belakang dalam panjang gelombang UV dibandingkan dengan penglihatan warna manusia.

Sinar-X

Sinar-X atau sinar Röntgen adalah salah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik dengan panjang gelombang berkisar antara 10 nanometer ke 100 picometer (mirip dengan frekuensi dalam jangka 30 PHz to 60 EHz). Sinar-X umumnya digunakan dalam diagnosis gambar medikal dan Kristalografi sinar-X. Sinar-X adalah bentuk dari radiasi ion dan dapat berbahaya

Sinar gamma

Sinar gamma (seringkali dinotasikan dengan huruf Yunani gamma, γ) adalah sebuah bentuk berenergi dari radiasi elektromagnetik yang diproduksi oleh radioaktivitas atau proses nuklir atau subatomik lainnya seperti penghancuran elektron-positron.

Sinar gamma membentuk spektrum elektromagnetik energi-tertinggi. Mereka seringkali didefinisikan bermulai dari energi 10 keV/ 2,42 EHz/ 124 pm, meskipun radiasi elektro magnetik dari sekitar 10 keV sampai beberapa ratus keV juga dapat menunjuk kepada sinar X keras. Penting untuk diingat bahwa tidak ada perbedaan fisikal antara sinar gamma dan sinar X dari energi yang sama — mereka adalah dua nama untuk radiasi elektro magnetik yang sama, sama seperti sinar matahari dan sinar bulan adalah dua nama untuk cahaya tampak. Namun, gamma dibedakan dengan sinar X oleh asal mereka. Sinar gamma adalah istilah untuk radiasi elektromagnetik energi-tinggi yang diproduksi oleh transisi energi karena percepatan elektron. Karena beberapa transisi elektron memungkin kan untuk memiliki energi lebih tinggi dari beberapa transisi nuklir, ada penindihan antara apa yang kita sebut sinar gamma energi rendah dan sinar-X energi tinggi.

Sinar gamma merupakan sebuah bentuk radiasi mengionisasi; mereka lebih menembus dari radiasi alpha atau beta (keduanya bukan radiasi elektromagnetik), tapi kurang mengionisasi.

Perlindungan untuk sinar γ membutuhkan banyak massa. Bahan yang digunakan untuk perisai harus diperhitungkan bahwa sinar gamma diserap lebih banyak oleh bahan dengan nomor atom tinggi dan kepadatan tinggi. Juga, semakin tinggi energi sinar gamma, makin tebal perisai yang dibutuhkan. Bahan untuk menahan sinar gamma biasanya di ilustrasi kan dengan ketebalan yang dibutuhkan untuk mengurangi intensitas dari sinar gamma setengahnya. Misalnya, sinar gamma yang membutuhkan 1 cm (0,4 inchi) “lead” untuk mengurangi intensitasnya sebesar 50% jujga akan mengurangi setengah intensitasnya dengan konkrit 6 cm (2,4 inchi) atau debut paketan 9 cm (3,6 inchi).

Sinar gamma dari fallout nuklir kemungkinan akan menyebabkan jumlah kematian terbesar dalam penggunaan senjata nuklir dalam sebuah perang nuklir. Sebuah perlindungan fallout yang efektif akan mengurangi terkenanya manusia 1000 kali.

Sinar gamma memang kurang mengionisasi dari sinar alpha atau beta. Namun, mengurangi bahaya terhadap manusia membutuhkan perlindungan yang lebih tebal. Mereka menghasilkan kerusakan yang mirip dengan yang disebabkan oleh sinar-X, seperti terbakar, kanker, dan mutasi genetika. Dalam hal ionisasi, radiasi gamma berinteraksi dengan bahan melalui tiga proses utama: efek fotoelektrik, penyebaran Compton, dan produksi pasangan.

*ELECTRO-CARDIOGRAPH (ECG)*

Kelainan fungsi jantung manusia tidak hanya ditemukan dikota-kota besar yang penuh

dengan teknologi maju, tetapi juga terdapat pada masyarakat daerah yang jauh dari

kecukupan dan sentuhan teknologi. ECG merupakan instrument medis yang dibutuhkan

oleh para medis untuk memperoleh informasi tentang kerja fungsi jantung seseorang.

Karena harganya, ECG tidak tersedia di pusat-pusat pelayanan medis didaerah atau Pus-

kesmas. Untuk mengatahui kerja fungsi jantung seorang pasen, para medis didaerah harus

mengirim pasennya terlebih dahulu ke rumah sakit atau laboratorium medis yang hanya

terdapat di kota besar. Karenanya, seorang pasen harus mengeluarkan biaya yang lebih

besar lagi untuk mengetahui kesehatan jantungnya.

Personal Computer (PC) merupakan perangkat yang sudah menjadi kebutuhan masya-

rakat banyak dari berbagai tingkat strata ekonomi. Selain itu, PC sudah dipergunakan di

kantor-kantor pemerintahan termasuk kecamatan dan Puskesmas di daerah. Keberadaan

PC di Puskesmas-Puskemas didaerah merupakan peluang baru untuk dimanfaatkan

sebesar-besarnya, tidak sekedar hanya dipergunakan untuk menyimpan data atau kegiatan

administrasi lainnya. Selain itu, para dokter muda yang bekerja di tempat-tempat

terpencil, banyak yang telah mempunyai PC untuk kebutuhan kegiatan pribadinya.

Dari kedua keadaan diatas, tulisan ini menuangkan penelitian pengembangan sebuah alat

yang dapat mendeteksi dan mengirimkan signal gelombang listrik analog yang berasal

dari jantung melalui terminal input komunikasi PC kedalam PC. Dengan kata lain, alat

yang diteliti ini apabila dihubungkan dengan PC menjadi sebuah ECG yang banyak

dibutuhkan oleh para medis.

Alat yang dikembangkan ini terdiri dari sebuah ‘bio-amplifier’ yang menguatkan signal-

signal gelombang listrik yang berasal dari jantung (biopotential). Signal tersebut

dipengaruhi oleh banyak signal lain yang dikatagorikan sebagai noise yang berasal dari

banyak sumber diluar tubuh manusia yang sedang di amati. Noise ini diperkecil oleh

sebuah ‘filter’ yang dihubungkan pada output bio-amplifier. Sebuah pengubah signal

analog menjadi signal digital atau ADC (Analog to Digital Converter) ditambahkan

untuk mendapatkan signal biopotential berupa data digital agar dapat diolah oleh PC.

Transfer data digital dikendalikan oleh sebuah ‘micro controller’. Banyak keuntungan

yang diperoleh dari penggunaan micro controller ini karena kemampuan dan fasilitas

yang tersedia didalamnya selain untuk mentransfer data. Data digital dikirim ke PC

melalui terminal komunikasi serie yang terdapat pada micro controller dan PC. Untuk

menjaga agar tidak terjadi hubungan listrik antara rangkaian pendeteksi signal dengan

PC, dipergunakan sebuah penghubung cahaya (opto-coupler). Opto coupler ini meng-

hantarkan data digital yang akan dikirim melalui komunikasi serie, tetapi mengisolasi

hubungan listrik. Data digital yang masuk kedalam PC selanjutnya akan mudah diolah

untuk ditampilkan pada layar monitor atau dicetak (print). Bentuk informasi dalam data

digital memudahkan untuk dimanipulasi lebih lanjut.

2. Signal Gelombang Listrik Jantung (ECG) :

Gambar 1. Bentuk gelombang listrik jantung [4].

Biopotential yang dibangkitkan jantung terlihat pada gambar 1 diatas, dikenal dengan

nama electrocardiogram (ECG). Gelombang ini terdiri dari beberapa bagian gelombang

yang muncul selama proses kerja jantung. Gelombang P menunjukan depolarisasi pada

otot-otot atrial, gelombang komplex QRS merupakan hasil gabungan repolarisasi otot-

otot atria dan depolarisasi ventricules yang terjadi pada waktu yang hampir bersamaan.

Selang waktu dari P – Q menunjukan waktu delay didalam fiber-fiber didekat node AV

Signal ECG yang berasal dari jantung merambat keseluruh tubuh dan mempunyai

magnitude dengan arah tertentu (cardiac vector). Untuk mendeteksi signal ECG,

ditentukan titik-titik reference pengukuran untuk menempatkan elektroda. Pengukuran

signal ECG dilakukan dengan pemilihan tiga titik bipolar yang pertama kali

diperkenalkan oleh Einthoven [4]. Pengambilan titik reference ini kemudian dikenal

dengan segitiga Einthoven seperti terlihat pada gambar 2 dibawah ini.

Gambar 2. Segitiga Einthoven.

Lead I : mengukur potensial antara Left Arm (LA) terhadap Right Arm (RA)

Lead I : mengukur potensial antara Left Leg (LL) terhadap Right Arm (RA)

Lead I : mengukur potensial antara Left Leg (LL) terhadap Left Arm (RA)

Signal ECG diukur dengan bantuan kepingan logam yang dikenal sebagai elektroda.

Elektroda ditempelkan pada permukaan kulit di titik-titik pengukuran diatas. Metoda ini

memberikan impedansi permukaan kulit dimana besarnya tergantung pada frekuensi

*FORSEP*
Forsep berupa alat logam menyerupai sendok. Bedanya dengan vakum, ektraksi forsep bisa dilakukan tanpa tergantung tenaga ibu, jadi bisa dilakukan meskipun ibu tidak mengedan (misalnya saat terjadi keracunan kehamilan, asma atau penyakit jantung). Persalinan denga forsep relatif lebih berisiko dan lebih sulit dilakukan, namun kadang terpaksa dilakukan juga apalagi jika kondisi ibu dan anak sangat tidak baik.

*VAKUM*
Vakum adalah semacam alat pengisap (negative-pressure vacuum extractor) yang digunakan untuk membantu keluarnya bayi. Persalinan dengan menggunakan vakum biasanya disebut ekstraksi vakum. Vakum membantu memberi tenaga tambahan untuk mengeluarkan bayi, dan biasanya digunakan saat persalinan sudah berlangsung terlalu lama dan ibu sudah terlalu capek serta tidak kuat meneran lagi. Caranya, alat vakum yang berbentuk seperti pengisap dengan mangkok karet ditempelkan di kepala bayi yang sudah tampak di jalan lahir. Setelah kepala sudah menempel pada mangkuk vakum, dilakukan tarikan bersamaan dengan saat his / gerakan mengejan. Dengan demikian perlahan-lahan bayi bisa dilahirkan. Setelah penggunaan vakum, biasanya kepala bayi tampak agak benjol, hal ini wajar saja akibat isapan vakum, dan akan hilang sendiri nantinya. Karena vakum dilakukan dengan bantuan tenaga mengedan ibu, metode ini biasanya tidak dilakukan saat ibu tidak diperkenankan mengedan akaibat kondisi medis tertentu (misalnya menderita keracunan kehamilan atau asma berat).

Sumber: Buklet Prenagen "Mengenal Seluk Beluk Persalinan"


*PEMERIKSAAN USG*

USG atau Ultrasonografi dalam dunia kedokteran memang bukan barang baru. Toh, kehadirannya terkadang masih menimbulkan kekhawatiran pada sebagian orangtua tentang penggunaan dan manfaatnya. Misalnya, kekhawatiran akan radiasi yang ditimbulkan dari alat tersebut. Beberapa orang bahkan menangsikan manfaat alat ini mengingat ada satu dua kasus kelainan bayi yang dianggap tak terdeteksi oleh pemeriksaan USG. Belum lagi soal biaya. Beberapa klinik/rumah sakit memang sudah memasukkan biaya USG dalam biaya pemeriksaan kehamilan. Namun cukup banyak juga yang menagih pemeriksaan ini sebagai biaya tersendiri. Kalau pasien yang meminta, mungkin enggak jadi soal. Tapi jika dokter melakukan pemeriksaan USG setiap kali pasien kontrol dan ada biaya tambahan untuk itu, tampaknya ini tidak fair bagi pasien.

Bagaimana menyikapi penggunaan alat USG ini dan seberapa besar manfaat yang dapat diperoleh darinya? Berikut penjelasan dr. Achmad Mediana, Sp.OG dari RS Gandaria, Jakarta.

TAK ADA RADIASI

Pemeriksaan USG merupakan pemeriksaan penunjang yang dilakukan pada ibu hamil. Sebelum ada alat ini, denyut jantung janin baru dapat didengar pada usia kehamilan 16-18 minggu. Sementara dengan USG, pada usia kehamilan 6-7 minggu sudah dapat dideteksi. USG juga dapat mendeteksi kelainan-kelainan bawaan di usia kehamilan yang lebih awal.

USG bukan merupakan sinar radiasi seperti halnya rontgen melainkan menggunakan gelombang suara yang dipantulkan pada suatu permukaan. Pantulan suara itu lantas direkam dan diolah oleh komputer kemudian tampil dalam bentuk gambar. Sejauh ini penggunaan USG sangat aman dan tidak membahayakan janin, ibunya maupun dokter yang memeriksanya. Hasil pemeriksaan USG dapat direkam untuk kelengkapan data medis. Gambarnya pun bisa di-print sebagai dokumentasi.

CARA PEMERIKSAAN

Pemeriksaan USG dapat dilakukan dengan dua cara yaitu:

1. Pervaginam

- Memasukkan probe USG transvaginal/seperti melakukan pemeriksaan dalam.

- Dilakukan pada kehamilan di bawah 8 minggu.

- Lebih mudah dan ibu tidak perlu menahan kencing.

- Lebih jelas karena bisa lebih dekat pada rahim.

- Daya tembusnya 8-10 cm dengan resolusi tinggi.

- Tidak menyebabkan keguguran.

2. Perabdominan

- Probe USG di atas perut.

- Biasa dilakukan pada kehamilan lebih dari 12 minggu.

- Karena dari atas perut maka daya tembusnya akan melewati otot perut, lemak baru menembus rahim.

- Daya tembusnya bisa 15 cm namun resolusinya berkurang.

JENIS PEMERIKSAAN USG

1. USG 2 Dimensi

Menampilkan gambar dua bidang (memanjang dan melintang). Kualitas gambar yang baik sebagian besar keadaan janin dapat ditampilkan.

2. USG 3 Dimensi

Dengan alat USG ini maka ada tambahan 1 bidang gambar lagi yang disebut koronal. Gambar yang tampil mirip seperti aslinya. Permukaan suatu benda (dalam hal ini tubuh janin) dapat dilihat dengan jelas. Begitupun keadaan janin dari posisi yang berbeda. Ini dimungkinkan karena gambarnya dapat diputar (bukan janinnya yang diputar).

3. USG 4 Dimensi

Sebetulnya USG 4 Dimensi ini hanya istilah untuk USG 3 dimensi yang dapat bergerak (live 3D). Kalau gambar yang diambil dari USG 3 Dimensi statis, sementara pada USG 4 Dimensi, gambar janinnya dapat "bergerak". Jadi pasien dapat melihat lebih jelas dan membayangkan keadaan janin di dalam rahim.

4. USG Doppler

Pemeriksaan USG yang mengutamakan pengukuran aliran darah terutama aliran tali pusat. Alat ini digunakan untuk menilai keadaan/kesejahteraan janin. Penilaian kesejahteraan janin ini meliputi:

- Gerak napas janin (minimal 2x/10 menit).

- Tonus (gerak janin).

- Indeks cairan ketuban (normalnya 10-20 cm).

- Doppler arteri umbilikalis.

- Reaktivitas denyut jantung janin.

SAAT TEPAT PEMERIKSAAN

Pemeriksaan dengan USG wajib semasa kehamilan sebetulnya hanya dua kali, yaitu:

* Saat pertama kali pemeriksaan kehamilan (usia kehamilan berapa pun namun biasanya pada usia kehamilan 10-12 minggu). Pemeriksaan ini dilakukan sebagai skrining awal. Gambaran janin yang masih sekitar 8 cm akan terlihat tampil secara utuh pada layar monitor.

* Usia kehamilan 20-24 minggu sebagai skrining lengkap. Setelah usia kehamilan lebih dari 12 minggu gambaran janin pada layar monitor akan terlihat sebagian-sebagian/tidak secara utuh. Karena alat scan USG punya area yang terbatas, sementara ukuran besar janin sudah bertambah atau lebih dari 8 cm. Jadi, untuk melihat kondisi janin dapat per bagian, misalnya detail muka, detail jantung, detail kaki dan sebagainya.

Selain itu, penggunaan alat USG dapat dilakukan atas dasar indikasi yakni:

* Pemeriksaan USG serial untuk mengukur pertumbuhan berat badan janin.

* Bila perlu pada usia kehamilan 38-42 minggu untuk melihat bagaimana posisi bayi apakah melintang, kepala turun, dan lainnya.

MANFAAT

Trimester I

- Memastikan hamil atau tidak.

- Mengetahui keadaan janin, lokasi hamil, jumlah janin dan tanda kehidupannya.

- Mengetahui keadaan rahim dan organ sekitarnya.

- Melakukan penapisan awal dengan mengukur ketebalan selaput lendir, denyut janin, dan sebagainya.

Trimester II:

- Melakukan penapisan secara menyeluruh.

- Menentukan lokasi plasenta.

- Mengukur panjang serviks.

Trimester III:

- Menilai kesejahteraan janin.

- Mengukur biometri janin untuk taksiran berat badan.

- Melihat posisi janin dan tali pusat.

- Menilai keadaan plasenta.

TAK 100% AKURAT

Perlu diketahui, akurasi/ketepatan pemeriksaan USG tidak 100%, melainkan 80%. Artinya, kemungkinan ada kelainan bawaan/kecacatan pada janin yang tidak terdeteksi atau interpretasi kelamin janin yang tidak tepat. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor antara lain:

* Keahlian/kompetensi dokter yang memeriksanya.

Tak semua dokter ahli kandungan dapat dengan baik mengoperasikan alat USG. Sebenarnya untuk pengoperasian alat ini diperlukan sertifikat tersendiri.

* Posisi bayi

Posisi bayi seperti tengkurap atau meringkuk juga menyulitkan daya jangkau/daya tembus alat USG. Meski dengan menggunakan USG 3 atau 4 Dimensi sekalipun, tetap ada keterbatasan.

* Kehamilan kembar

Kondisi hamil kembar juga menyulitkan alat USG melihat masing-masing keadaan bayi secara detail.

* Ketajaman/resolusi alat USG-nya kurang baik.

* Usia kehamilan di bawah 20 minggu.

* Air ketuban sedikit.

* Lokasi kelainan, seperti tumor di daerah perut janin saat usia kehamilan di bawah 20 minggu agak sulit dideteksi.